ITS Kembangkan Alat Penghasil Es Ramah Lingkungan, Ini Keunggulannya

Rabu, 21 Februari 2024 - 10:10 WIB
loading...
ITS Kembangkan Alat...
Tim riset dari Laboratorium Instrumentasi Pengukuran dan Identifikasi Sistem Tenaga (LIPIST) di Departemen Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membuat inovasi pembuatan alat penghasil es ramah lingkungan. Foto/Ist
A A A
SURABAYA - Tim riset dari Laboratorium Instrumentasi Pengukuran dan Identifikasi Sistem Tenaga (LIPIST) di Departemen Teknik Elektro I nstitut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membuat inovasi pembuatan alat penghasil es ramah lingkungan.

Menggunakan fotovoltaik atau panel surya, alat ini digunakan untuk mengonversi cahaya matahari menjadi listrik. Inovasi ini untuk mendukung pengembangan energi terbarukan.

Menurut salah satu anggota tim, Irgi Israr Altamis, proyek sosial ini untuk membantu meningkatkan produksi nelayan di Desa Bringsang, Sumenep, Jawa Timur. Memiliki potensi bahari yang besar, kelompok nelayan di desa tersebut masih kesulitan dalam pemenuhan ketersediaan bahan pengawet berupa es.

Baca juga: ITS Punya Sejumlah Laboratorium Canggih untuk Riset, Apa Saja?

“Permasalahan yang dihadapi adalah daya listrik yang ada tidak dapat memenuhi kebutuhan suplai listrik untuk lemari es,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Rabu (21/2/2024).

Terletak di kawasan pesisir, Desa Bringsang cenderung mendapatkan intensitas cahaya matahari yang tinggi sepanjang tahun. Hal ini memungkinkan cahaya matahari menjadi sumber energi listrik baru selain Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang penggunaannya terbatas di desa tersebut.

Di samping itu, pemakaian fotovoltaik dinilai efektif untuk mengurangi emisi karbon, serta upaya untuk menjaga konsentrasi oksigen di udara.

Mahasiswa Departemen Teknik Elektro itu menjelaskan, alat yang digunakan merupakan lemari es low watt ramah lingkungan yang terintegrasi dengan fotovoltaik. Cahaya matahari yang ditangkap oleh panel surya kemudian diubah menjadi arus listrik searah atau Direct Current (DC).

Berdimensi 2x1,64 meter, panel surya 300 watt-peak (wp) yang digunakan dapat memenuhi kebutuhan listrik lemari es hingga 20 jam per hari.

Dia melanjutkan, arus listrik yang dihasilkan kemudian dibawa ke Solar Charge Controller (SCC) untuk memastikan panel surya menghasilkan daya maksimum dan mentransfernya ke baterai dengan efisiensi tinggi. “Baterai berfungsi untuk menyimpan energi sehingga alat ini tidak hanya beroperasi saat terkena sinar matahari, tetapi juga saat malam hari,” tambah mahasiswa asal Jember itu.

Sebelum dapat digunakan pada lemari es, arus listrik DC harus diubah menjadi Alternating Current (AC) dengan menggunakan inverter. Sedangkan inverter yang terhubung ke lemari es akan memastikan ketersediaan listrik harian agar produksi es dapat terpenuhi.

Dapat menampung hingga 150 liter air, produksi es dilakukan tiga kali sehari dan dapat digunakan secara komunal oleh kelompok nelayan di Desa Bringsang.

Selain pengembangan alat penghasil es, Irgi dan rekan-rekannya juga melakukan pembinaan digitalisasi pasar untuk nelayan melalui pengenalan e-commerce. Sosialisasi ini bertujuan untuk mendukung peningkatan produktivitas masyarakat. Tidak hanya menjual tangkapan laut secara langsung, masyarakat juga dapat memanfaatkan berbagai platform untuk menjual dan mendistribusikan olahan makanan ke luar pulau.

Mengusung prinsip berkelanjutan, penelitian ini telah diajukan untuk kompetisi Innovillage 2023 yang diadakan oleh PT Telkom Indonesia dan Telkom University, yang dimulai sejak 25 Oktober 2023 lalu dan akan berakhir pada 9 September 2024. Tim riset ITS sendiri sekarang sudah masuk 150 besar dan berhasil mendapat pendanaan untuk pengembangan produk.

Setelah implementasi tahap akhir, Irgi berharap penelitian ini nantinya dapat menjadi solusi yang aplikatif bagi nelayan lain yang mempunyai permasalahan serupa. “Semoga penelitian ini dapat membantu meningkatkan kesejahteraan nelayan di Indonesia,” tutur mahasiswa 2021 ini.
(wyn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
ITS Raih Peringkat 497...
ITS Raih Peringkat 497 Dunia di QS WUR 2027, Unggul pada Rasio Mahasiswa Internasional
Disertasi Doktor Komunikasi...
Disertasi Doktor Komunikasi Ungkap Bahaya Ketergantungan pada AI Smartwatch
2.468 Peserta SNBT 2026...
2.468 Peserta SNBT 2026 Diterima di ITS, Cek Jadwal Daftar Ulangnya
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan ITSafe, Peta Digital Area Rawan Pelecehan dan Catcalling
ITS Buka Jalur Mandiri...
ITS Buka Jalur Mandiri SMITS FLAT dan ACE 2026, Bebas Uang Pangkal di Jalur Beasiswa
Kemendiktisaintek Luncurkan...
Kemendiktisaintek Luncurkan Program Bestari Saintek 2026, Danai 122 Tim Riset
Spesies Hewan Abadi...
Spesies Hewan Abadi Ditemukan di Dasar Laut
Skandal Riset Palsu...
Skandal Riset Palsu Internasional, Mendiktisaintek Ungkap 4 Terduga Pelaku Lulusan UNY
Jadi Sekolah Unggulan,...
Jadi Sekolah Unggulan, SMA Al Hikmah Surabaya Bangun Pembelajaran Berbasis Riset-Karakter
Rekomendasi
Widyawati Pantau Tio...
Widyawati Pantau Tio Pakusadewo dari Grup WA, Bersyukur Kondisinya Kini Membaik
Pahala Puasa Tasua dan...
Pahala Puasa Tasua dan Asyura: Benarkah Setara 10.000 Malaikat? Ini Penjelasannya
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Berita Terkini
Beasiswa Keolahragaan...
Beasiswa Keolahragaan LPDP-Kemenpora 2026 Kembali Dibuka, Kuliah S2-S3 Gratis
Unpad Umumkan Hasil...
Unpad Umumkan Hasil SMUP 2026 Hari Ini, Cek Info Registrasi hingga UKT
Prabowo Gandeng Imperial...
Prabowo Gandeng Imperial College London Bangun 10 Universitas Kedokteran di Indonesia
BAZNAS DKI Jakarta Buka...
BAZNAS DKI Jakarta Buka Lowongan Kerja, Ini Syarat dan Posisi yang Dibuka
Hadapi Perubahan Dunia...
Hadapi Perubahan Dunia Kerja, Generasi Muda Perlu Dibekali Soft Skills Sejak Dini
Diumumkan Mulai Besok,...
Diumumkan Mulai Besok, Ini Link Pengumuman Hasil SMUP Unpad 2026
Infografis
Keren! Lalat Hitam Olah...
Keren! Lalat Hitam Olah Sampah Organik Ramah Lingkungan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved