Kongres APTIK ke-41 Bahas Kerapuhan Mental di Kampus dan Era Disruptif

Jum'at, 22 Maret 2024 - 19:55 WIB
loading...
Kongres APTIK ke-41...
Kongres APTIK ke-41 bahas kerapuhan mental di kampus dan era disruptif. Foto/Istimewa.
A A A
JAKARTA - Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menggelar kongres ke-41 di Jakarta. Bahasan krusial yang dibahas dalam kongres terkait dampak signifikan kurikulum pengajaran dengan merebaknya femonena kerapuhan mental di kampus dan era disruptif.

APTIK merupakan gabungan22 yayasan pendidikan Katolik se Indonesia yang mengelola puluhan perguruan tinggi Katolik. Anggotanya seperti Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Universitas Parahyangan, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Sanata Dharma, Universitas Katolik Widya Mandira, STIKES Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya, Universitas Katolik Santo Thomas, Universitas Katolik Widya Karya Malang, Universitas AtmaJaya Makassar.

Selain itu, Universitas Katolik Soegijapranata, Universitas Katolik Widya Mandala Madiun, Universitas Katolik Musi Charitas, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sint. Carolus, Universitas Katolik De La Selle, Universitas Widya Dharma Pontianak, Universitas Katolik Darma Cendika, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Maria Tomohon, Sekolah Tinggi Keguruan dan Pendidikan Weetebula Sumba Barat Daya, STIkes Santa Elisabeth Medan, Universitas Santo Borromeus, dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panti Rapih Yogyakarta.

Baca juga: RS Unpad di Kampus Jatinangor akan Beroperasi Akhir Maret 2024

Selain isu kesehatan mental, isu yang dibahas di dalam kongres yaitu munculnya paradigma baru “BANI” (Brittle, Anxiety, Non-Linear, dan Illusion of predictability) yang menggeser konsep lama, VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity) sebagai era desruptif terbaru. Unika Atma Jaya Jakarta menjadi tuan rumah dari kongres yang akan berlangsung dari tanggal 21-23 Maret 2024.

Ketua APTIK, Prof. Dr. B.S. Kusbiantoro mengatakan, selain membahas fenomena era disrupsi terbaru ada juga sejumlah persoalan serius lainnya yang menjadi agenda kongres, seperti kolaborasi intensif dalam skala yang lebih luas yang tidak sekedar di level mahasiswa dan dosen semata, tetapi juga penggunaan aset-aset unggulan kampus untuk kepentingan bersama.
Kemudian, tentang penyelenggaraan program dual degree dengan perguruan tinggi ternama luar negeri lainnya.

Baca juga: Apakah Portofolio SNBP 2024 Boleh Diunggah Kembali di SNBT?

Paradigma VUCA menguasai pemikiran global di awal tahun 90-an dan kini bergeser ke paradigma BANI yang muncul sejak 2020 sebagai akibat pengaruh globalisasi yang menciptakan kompleksitas dan ketidakpastian meluas di dunia. Konsep dari Brittle dari BANI memunculkan the illusion of strength, yaitu pandangan bahwa lembaga yang kita anggap kuat ternyata rapuh.
Sedangkan Anxiety, memunculkan the illusion of control, apa yang diharapkan sangat berbeda dengan kenyataan yang dihadapi.

Sementara konsep Non-Linear menghasilkan the Illusion of predictability seperti kemunculan pandemic Covid-19, chat GPT, dan disrupsi teknologi lainnya. Dan terakhir, mengenai konsep Illusion of predictability dari paradigma BANI tadi, yang menghasilkan the illusion of knowledge seperti limpahan data dan informasi ternyata justru ikut menghasilkan limpahan hoax yang luar biasa.

“APTIK merasa perlu mengantisipasinya melalui segala bentuk adaptasi yang diperlukan guna mencegah terjadinya kerapuhan mental yang kini kian meluas di lingkungan kampus-kampus di dalam dan di luar negeri. Kecemasan,depresi dan bunuh diri yang terjadi itu merupakan bagian dari illusion of control,” katanya, dalam keterangan resmi, Jumat (22/3/2024).

Kusbiantoro menambahkan, meski angka persoalan kesehatan mental belum terdata secara akurat namun masalah kecemasan, depresi, dan bunuh diri di kalangan remaja di era digital cukup menjadi keprihatinan bersama. Asosiasi merasa perlu kerja sama agar mahasiswa tidak merasa terisolasi dan bagaimana lembaga konseling dapat secara tepat mengenali gejala yang ada dan secara tepat juga bisa mengatasinya,” kata Kusbiantoro.

Sementara itu, ketua Yayasan Atma Jaya yang menjadi tuan rumah Kongres kali ini, Linus M. Setiadi mengatakan agenda yang perlu menjadi perhatian bersama adalah bentuk kolaborasi dalam skala yang lebih luas, baik dari kalangan internal APTIK sendiri, pemerintah, dan dunia industri. Mengingat peran dan fungsi pendidikan tinggi yang saat ini menghadapi gugatan yang cukup serius.

“Selain membahas adaptasi kurikulum terhadap paradigma disrupsi yang terbarukan ini, kolaborasi dan pengembangan kepedulian sebagai identitas Katolik untuk bisa menjadi jawaban terhadap persoalan-persoalan di tengah masyarakat sudah saatnya dilakukan secara simultan bersama dan fokus,” kata Linus.

Linus juga menekankan, kongres kali ini sebagai upaya profleksi bagi APTIK sendiri untuk maju dan bersinergi bersama menyumbangkan karya terbaik untuk bangsa dan negara. APTIK hendaknya mendorong anggotanya untuk tumbuh bersama serta menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga professional dan peduli atau memiliki intellectual humility.

Lebih jauh Linus mengemukakan, pentingnya APTIK mendirikan perguruan tinggi di Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur, mengingat proyeksi tentang pembangunan nasional untuk mewujudkan menuju Indonesia Emas 2045. Terlebih tujuan IKN untuk orientasi Pembangunan menjadi Indonesiasentris dan mempercepat transformasi ekonomi Indonesia yang selama ini hanya terpusat di Jawa, Sumatera, dan Bali.

Rektor Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya selaku tuan rumah, Prof. Dr. dr. Yuda Turana juga menyatakan dukungannya terhadap kolaborasi dan sinergi yang dilakukan oleh APTIK. “Unika Atma Jaya sebagai bagian dari APTIK, saat ini mendapat kehormatan sebagai tuan rumah 40 tahun APTIK, merupakan bagian dari misi from Semanggi to the nation. Menghadapi berbagai tantangan ke depan, meningkatkan SDM unggul dan berdaya saing, perlu suatu kolaborasi dan sinergisme berbagai keunggulan keilmuan lintas perguruan tinggi,” ujar Yuda Turana.

Lebih lanjut Prof. Yuda juga menjelaskan bahwa kolaborasi di bidang tridharma dengan kesamaan misi dan visi di lingkungan APTIK diharapkan tidak hanya menghasilkan berbagai inovasi revolusioner, namun juga generasi muda yang berkarakter tangguh.

Sebaran tenaga ahli berkualitas internasional dengan latar belakang keilmuan berbeda dan networking international yang luas di lingkungan APTIK, tentunya akan meningkatkan daya saing APTIK ke jenjang Internasional.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kamboja Targetkan Kerja...
Kamboja Targetkan Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Indonesia, Fokus Double Degree
MNC University Siapkan...
MNC University Siapkan Program Double Degree dan Pertukaran Mahasiswa dengan Kampus ASEAN
Perkuat Kolaborasi Kampus,...
Perkuat Kolaborasi Kampus, MNC University Inisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi ASEAN
Hasil ONMIPA-PT 2026:...
Hasil ONMIPA-PT 2026: ITB Raih Juara Umum, Ini Daftar Lengkap Peraih Medali
President University...
President University Tembus 165 Besar Dunia di WURI 2026
Unika Atma Jaya Luncurkan...
Unika Atma Jaya Luncurkan Ijazah Digital Berbasis Blockchain
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Beri Layanan Kesehatan...
Beri Layanan Kesehatan Korban Banjir Aceh, USK Inisiasi Program Pengabdian Masyarakat
Menjaga Kampus Tetap...
Menjaga Kampus Tetap Relevan Tanpa Menjadi 'Pabrik'
Rekomendasi
WOSPAC Paparkan Solusi...
WOSPAC Paparkan Solusi Menuju Piala Dunia dan Masa Depan Sepak Bola Indonesia
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Tilep Rp2 Miliar, Mantan...
Tilep Rp2 Miliar, Mantan Ketua PN Kudus Dipecat
Berita Terkini
Unpad Terima 4.268 Calon...
Unpad Terima 4.268 Calon Mahasiswa di Jalur SMUP 2026, Cek Tahapan Daftar Ulang
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
60 Ribu Guru Dipanggil...
60 Ribu Guru Dipanggil PPG 2026 Tahap 2, Ini Tahapan dan Dokumen yang Wajib Disiapkan
Mencetak Pemimpin Masa...
Mencetak Pemimpin Masa Depan, SD Al Azhar Syifabudi Jatibening Gelar Wisuda STARL16HT
Cerita Nurma, dari Belajar...
Cerita Nurma, dari Belajar di Perpustakaan hingga Malam Kini Bisa Kuliah Gratis di UGM
Gandeng TNI, Kemendikdasmen...
Gandeng TNI, Kemendikdasmen Percepat Rekonstruksi Sekolah Terdampak Bencana di Aceh
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved