Kurikulum Merdeka Resmi Berlaku Nasional, Ada Masa Transisi
Kamis, 28 Maret 2024 - 10:07 WIB
loading...
A
A
A
"Maka ini bukan hal yang baru. Kurikulum Merdeka adalah sudah cukup lama. Sudah 3 tahun kita melalui proses ini," tuturnya.
Alumnus Harvard Business School ini menerangkan, hingga pada 2023-2024 itu sudah lebih dari 300.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia sudah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka.
Nadiem menjelaskan, jumlah 300.000 sekolah yang sudah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka itu sama dengan 80 persen dari seluruh sekolah formal di Indonesia.
"Tidak semua angkatan di sekolah itu mengimplementasi, mereka melakukannya secara bertahap. Semuanya dalam tahap-tahap berbeda. Tidak semua lancar, ada kebingungan, kebimbangan, kekhawatiran, itu hal yang baik. Guru merasa tertantang akan perubahan," lugasnya.
Kemudian pada 2024, katanya, akhirnya Kurikulum Merdeka ditetapkan sebagai kurikulum di PAUD, pendidikan dasar dan menengah secara nasional.
"Jadi sebenarnya yang belum mengimplementasi ini hanya 20 persen sekolah formal. 80 persen sudah mulai. Jadi sekarang kita kukuhkan sebagai kurikulum nasional," demikian Nadiem menjelaskan.
Lalu bagaimana dengan sekolah yang belum menerapkan Kurikulum Merdeka? Nadiem meminta jangan khawatir karena ada masa transisi untuk sekolah itu bisa beradaptasi.
Alumnus Harvard Business School ini menerangkan, hingga pada 2023-2024 itu sudah lebih dari 300.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia sudah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka.
Nadiem menjelaskan, jumlah 300.000 sekolah yang sudah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka itu sama dengan 80 persen dari seluruh sekolah formal di Indonesia.
"Tidak semua angkatan di sekolah itu mengimplementasi, mereka melakukannya secara bertahap. Semuanya dalam tahap-tahap berbeda. Tidak semua lancar, ada kebingungan, kebimbangan, kekhawatiran, itu hal yang baik. Guru merasa tertantang akan perubahan," lugasnya.
Kemudian pada 2024, katanya, akhirnya Kurikulum Merdeka ditetapkan sebagai kurikulum di PAUD, pendidikan dasar dan menengah secara nasional.
"Jadi sebenarnya yang belum mengimplementasi ini hanya 20 persen sekolah formal. 80 persen sudah mulai. Jadi sekarang kita kukuhkan sebagai kurikulum nasional," demikian Nadiem menjelaskan.
Masa Transisi
Lalu bagaimana dengan sekolah yang belum menerapkan Kurikulum Merdeka? Nadiem meminta jangan khawatir karena ada masa transisi untuk sekolah itu bisa beradaptasi.
Lihat Juga :