Pribadi Cerdas, Modal Utama Jadi Warganet Berakhlak Mulia di Ruang Digital
Minggu, 31 Maret 2024 - 19:10 WIB
loading...
A
A
A
Terkait itu, sambung Habibi, libatkan guru, teman, dan orangtua agar tidak sembrono menyebar-teruskan hoaks atau berita viral, terlebih di grup WA. ”Selalu verifikasi dulu. Pastikan berita dan video yang diterima akurat. Cek dan ricek sebelum sharing mesti menjadi budaya kita di ruang digital,” tambah Habibi.
Sementara, dari sudut budaya digital, Direktur Mudyk Institute Riyanto menyebut ihwal perlunya terus menjaga Pancasila, Bhineka Tunggal Ika serta ajaran agama sebagai tuntunan etika dan panutan dalam berinteraksi di dunia nyata dan digital.
”Mari, selalu menghindari pemanfaatan internet secara negatif seperti perundungan, ujaran kebencian, hoaks, perjudian, bahkan kejahatan penipuan secara online. Kalau sampai ketemu, pastikan stop dengan jari kita,” tutup Riyanto, yang juga Dosen Bisnis Digital di Universitas Jambi.
Untuk diketahui, diskusi "chip in" seperti dihelat di Tanjab Barat ini merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD). GNLD adalah salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan dan kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital.
Hingga akhir 2023, tercatat sebanyak 24,6 juta orang telah mengikuti program peningkatan literasi digital yang dimulai sejak 2017. Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat.
Sementara, dari sudut budaya digital, Direktur Mudyk Institute Riyanto menyebut ihwal perlunya terus menjaga Pancasila, Bhineka Tunggal Ika serta ajaran agama sebagai tuntunan etika dan panutan dalam berinteraksi di dunia nyata dan digital.
”Mari, selalu menghindari pemanfaatan internet secara negatif seperti perundungan, ujaran kebencian, hoaks, perjudian, bahkan kejahatan penipuan secara online. Kalau sampai ketemu, pastikan stop dengan jari kita,” tutup Riyanto, yang juga Dosen Bisnis Digital di Universitas Jambi.
Untuk diketahui, diskusi "chip in" seperti dihelat di Tanjab Barat ini merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD). GNLD adalah salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan dan kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital.
Hingga akhir 2023, tercatat sebanyak 24,6 juta orang telah mengikuti program peningkatan literasi digital yang dimulai sejak 2017. Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat.
(wyn)
Lihat Juga :