Cerita Sherly, Mahasiswa Unair yang Jalani Serunya Berpuasa di Yunani
Jum'at, 12 April 2024 - 15:16 WIB
loading...
A
A
A
Kota ini banyak dikelilingi oleh pegunungan tinggi dan terletak hampir dekat dengan Laut Mediterania. Serta suhu udara yang hanya berkisar 24 hingga 25 derajat membuat mahasiswi Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) ini merasa nyaman menjalani puasa di kota itu.
“Thessaloniki merupakan kota tertua di Yunani. Banyak bekas peninggalan bersejarah seperti jajahan Turki. Banyak gedung tinggi, namun uniknya di daerah pegunungan gedung tidak boleh dari 3 lantai saja. Udaranya juga sejuk, meskipun anginnya juga cukup kencang,” ungkapnya.
Sherly menambahkan bahwa juga terjadi perubahan waktu puasa di sana akibat daylight saving time, yaitu perubahan waktu akibat pergantian musim.
Baca juga: 3 Tips Merayakan Lebaran Bagi Mahasiswa di Perantauan
Selain itu, Sherly mengungkapkan rasa syukurnya karena kampus menyediakan makanan gratis 3 kali sehari. Ketika masuk waktu berbuka, ia langsung bergegas pergi ke kantin untuk berbuka.
Sherly mengatakan bahwa di Thessaloniki, hanya ada satu masjid. Hal itu disebabkan mayoritas penduduknya menganut agama Ortodoks. Ia juga sempat mengungkapkan keresahannya karena di Thessaloniki Yunani tidak ada perkumpulan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI).
Selama beribadah, Sherly mengaku memanfaatkan beberapa fasilitas kampusnya yang kosong seperti co working space. Karena, di kampusnya tidak disediakan tempat ibadah seperti masjid. Hal itu juga disambut baik oleh civitas akademika maupun petugas yang berjaga untuk melakukan ibadah.
“Thessaloniki merupakan kota tertua di Yunani. Banyak bekas peninggalan bersejarah seperti jajahan Turki. Banyak gedung tinggi, namun uniknya di daerah pegunungan gedung tidak boleh dari 3 lantai saja. Udaranya juga sejuk, meskipun anginnya juga cukup kencang,” ungkapnya.
Sherly menambahkan bahwa juga terjadi perubahan waktu puasa di sana akibat daylight saving time, yaitu perubahan waktu akibat pergantian musim.
Baca juga: 3 Tips Merayakan Lebaran Bagi Mahasiswa di Perantauan
Selain itu, Sherly mengungkapkan rasa syukurnya karena kampus menyediakan makanan gratis 3 kali sehari. Ketika masuk waktu berbuka, ia langsung bergegas pergi ke kantin untuk berbuka.
Gunakan Fasilitas Kampus untuk Salat
Sherly mengatakan bahwa di Thessaloniki, hanya ada satu masjid. Hal itu disebabkan mayoritas penduduknya menganut agama Ortodoks. Ia juga sempat mengungkapkan keresahannya karena di Thessaloniki Yunani tidak ada perkumpulan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI).
Selama beribadah, Sherly mengaku memanfaatkan beberapa fasilitas kampusnya yang kosong seperti co working space. Karena, di kampusnya tidak disediakan tempat ibadah seperti masjid. Hal itu juga disambut baik oleh civitas akademika maupun petugas yang berjaga untuk melakukan ibadah.
Lihat Juga :