Rektor UGM: Pandemi Covid Pacu Kreativitas dan Lahirkan Berbagai inovasi
Senin, 17 Agustus 2020 - 20:21 WIB
loading...
A
A
A
Panut juga mengajak sivitas UGM untuk mengambil hikmah dari pandemi Covid-19. Pandemi ini dikatakannya justru semakin menguatkan kembali sifat-sifat asli bangsa Indonesia yaitu jiwa persatuan dalam keberagaman.
Hal tersebut ditunjukkan dengan menguatnya solidaritas dan gotong royong tanpa melihat suku, agama, dan golongan. “Pandemi Covid-19 juga memacu kreativitas. Berbagai inovasi lahir baik dari kaum intelektual maupun masyarakat awam untuk berjuang bersama mengakhiri pandemi," katanya.
Misalnya di UGM lahir berbagai inovasi yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi pandemi ini, di antaranya ventilator untuk ICU, sistem sensor buatan (GeNose), alat deteksi cepat Covid-19 (RI-GHA 19), thermal gate scanner, bilik swab pintar, alat sterilisasi masker (Viona), face shield dengan teknologi 3D printing, dan produksi bio-disinfektan dari terpentin.
“Pengembangan produk-produk herbal untuk meningkatkan imunitas tubuh, serta pengembangan big data management dan analisis untuk membantu mitigasi serta knowledge management,” tuturnya.
Hal tersebut ditunjukkan dengan menguatnya solidaritas dan gotong royong tanpa melihat suku, agama, dan golongan. “Pandemi Covid-19 juga memacu kreativitas. Berbagai inovasi lahir baik dari kaum intelektual maupun masyarakat awam untuk berjuang bersama mengakhiri pandemi," katanya.
Misalnya di UGM lahir berbagai inovasi yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi pandemi ini, di antaranya ventilator untuk ICU, sistem sensor buatan (GeNose), alat deteksi cepat Covid-19 (RI-GHA 19), thermal gate scanner, bilik swab pintar, alat sterilisasi masker (Viona), face shield dengan teknologi 3D printing, dan produksi bio-disinfektan dari terpentin.
“Pengembangan produk-produk herbal untuk meningkatkan imunitas tubuh, serta pengembangan big data management dan analisis untuk membantu mitigasi serta knowledge management,” tuturnya.
(dam)
Lihat Juga :