Konsorsium Jabar-Banten Gelar Pengembangan Inovasi Berbasis Potensi Daerah
Senin, 29 April 2024 - 13:09 WIB
loading...
A
A
A
Adanya kegiatan Wokrforce & Innovation Planning ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam menghasilkan suatu kebijakan pengembangan inovasi daerah.
Perwakilan dari Dinas Tenaga Kerja Depok, Tri Astuti, mengatakan, kegiatan ini bertujuan mencegah pengangguran dengan pelatihan dan pendampingan kewirausahaan di Kelurahan. Kemudian pada saat yang sama dia juga menyampaikan ketertarikannya untuk berkolaborasi dengan Politeknik untuk kegiatan ini.
Dina, perwakilan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Depok menyampaikan program-program yang sedang berjalan untuk mengatasi pengangguran. Seperti: Program 5.000 wirausaha baru dan 1.000 wanita berwirausaha, pelatihan di bidang soft skill seperti di bidang kewirausahaan, dan permodalan dari perizinan melalui subsidi.
Kemudian program incubator bisnis terkait pengumpulan produk, program kurasi yang membantu penambahan peningkatan produk-produk dan pemasaran melalui pameran produk.
Perwakilan dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Depok, Prambudi, mengatakan, program yang dilakukan membantu dalam urusan perdagangan dan perindustrian di Kota Depok. Seperti pasar rakyat khusus industri kecil dan menengah dan Depok yang telah memiliki rumah kemasan di Alun-alun Depok.
Perwakilan dari Dinas Sosial, Harry Maulana, menambahkan, fungsi utama Dinas Sosial di antaranya adalah pemberian bantuan sosial (bansos) dengan akurasi data agar tepat sasaran, bansos untuk mahasiswa dengan memberikan beasiswa kepada mahasiswa berprestasi dan kurang mampu sebesar Rp15 juta dengan persyaratan yang tinggal di Kota Depok dan memiliki masalah.
Sedangkan menurut Sigit, perwakilan dari Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Depok, dirinya belum mendapatkan identitas Kota Depok yang berbeda dengan daerah bagian lain. Depok juga tidak mempunyai wisata alam dan butuh untuk diteliti terkait potensi pariwisata.
Perwakilan dari Dinas Tenaga Kerja Depok, Tri Astuti, mengatakan, kegiatan ini bertujuan mencegah pengangguran dengan pelatihan dan pendampingan kewirausahaan di Kelurahan. Kemudian pada saat yang sama dia juga menyampaikan ketertarikannya untuk berkolaborasi dengan Politeknik untuk kegiatan ini.
Dina, perwakilan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Depok menyampaikan program-program yang sedang berjalan untuk mengatasi pengangguran. Seperti: Program 5.000 wirausaha baru dan 1.000 wanita berwirausaha, pelatihan di bidang soft skill seperti di bidang kewirausahaan, dan permodalan dari perizinan melalui subsidi.
Kemudian program incubator bisnis terkait pengumpulan produk, program kurasi yang membantu penambahan peningkatan produk-produk dan pemasaran melalui pameran produk.
Perwakilan dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Depok, Prambudi, mengatakan, program yang dilakukan membantu dalam urusan perdagangan dan perindustrian di Kota Depok. Seperti pasar rakyat khusus industri kecil dan menengah dan Depok yang telah memiliki rumah kemasan di Alun-alun Depok.
Perwakilan dari Dinas Sosial, Harry Maulana, menambahkan, fungsi utama Dinas Sosial di antaranya adalah pemberian bantuan sosial (bansos) dengan akurasi data agar tepat sasaran, bansos untuk mahasiswa dengan memberikan beasiswa kepada mahasiswa berprestasi dan kurang mampu sebesar Rp15 juta dengan persyaratan yang tinggal di Kota Depok dan memiliki masalah.
Sedangkan menurut Sigit, perwakilan dari Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Depok, dirinya belum mendapatkan identitas Kota Depok yang berbeda dengan daerah bagian lain. Depok juga tidak mempunyai wisata alam dan butuh untuk diteliti terkait potensi pariwisata.
Lihat Juga :