Kemenag Apresiasi Siswa Asal Bima Jadi Paskibraka Pertama dari Madrasah
Selasa, 18 Agustus 2020 - 20:42 WIB
loading...
A
A
A
Sebagai penghargaan untuk memacu semangat Adzan dalam berkarya lebih keras, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kemenag memberikan uang pembinaan sebesar Rp10 juta dan sebuah ipad untuk menunjang pembelajaran. “Kita melihat Adzan ini menjadi model yang tepat sesuai tagline kita Madrasah Hebat Bermartabat. Paskibraka, elektronika, dan robotika merupakan pilihan-pilihan yang didorong oleh Kemenag agar siswa madrasah dapat menyalurkan prestasinya, selain dalam bidang pelajaran,” tambah Dirjen Pendis. (Baca juga: Intip 15 Universitas Paling Diminati Peserta SBMPTN 2020 )
Adzan merupakan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Bima, Nusa Tenggara Barat. Adzan sukses menyingkirkan 400 pendaftar di tingkat Kabupaten/Kota, lalu melaju ke jenjang seleksi yang lebih tinggi. Sebelum terpilih sebagai pengibar bendera utama tahun 2020 ini, ia dipilih dari 68 peserta di tingkat pusat. Pada tahun lalu, Adzan pertama kali terpilih sebagai anggota Paskibraka dan setelah itu prestasinya terus meningkat. Sebelumnya ia menjadi komandan kelompok (Danpok) dalam satuan paskibraka di tingkat pusat.
Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kementerian Agama (Kemenag), Ahmad Umar merasa senang ada siswa madrasah yang tampil sehebat Adzan. "Saya sangat senang dan bahagia, di saat darurat COVID-19, salah satu siswa madrasah menunjukkan eksistensinya yang selama ini belum diperhitungkan," katanya.
Di depan Dirjen Pendis dan Direktur KSKK Madrasah, Adzan mengaku berterima kasih atas dukungan yang diberikan Kemenag kepadanya. “Ini menjadi bukti bahwa anak-anak madrasah mendapat dukungan penuh dari Kemenag untuk berprestasi dalam bidang apapun,” katanya.
Dengan gaya tegasnya yang bersahaja, anak kedua dari empat bersaudara ini mengungkapkan kegembiraannya dengan bantuan dan bonus yang diberikan Kemenag. “Saya akan menggunakan ipad untuk kelengkapan belajar, kalau uangnya akan saya berikan kepada orang tua karena saya belum pintar memegang uang,” pungkasnya.
Adzan merupakan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Bima, Nusa Tenggara Barat. Adzan sukses menyingkirkan 400 pendaftar di tingkat Kabupaten/Kota, lalu melaju ke jenjang seleksi yang lebih tinggi. Sebelum terpilih sebagai pengibar bendera utama tahun 2020 ini, ia dipilih dari 68 peserta di tingkat pusat. Pada tahun lalu, Adzan pertama kali terpilih sebagai anggota Paskibraka dan setelah itu prestasinya terus meningkat. Sebelumnya ia menjadi komandan kelompok (Danpok) dalam satuan paskibraka di tingkat pusat.
Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kementerian Agama (Kemenag), Ahmad Umar merasa senang ada siswa madrasah yang tampil sehebat Adzan. "Saya sangat senang dan bahagia, di saat darurat COVID-19, salah satu siswa madrasah menunjukkan eksistensinya yang selama ini belum diperhitungkan," katanya.
Di depan Dirjen Pendis dan Direktur KSKK Madrasah, Adzan mengaku berterima kasih atas dukungan yang diberikan Kemenag kepadanya. “Ini menjadi bukti bahwa anak-anak madrasah mendapat dukungan penuh dari Kemenag untuk berprestasi dalam bidang apapun,” katanya.
Dengan gaya tegasnya yang bersahaja, anak kedua dari empat bersaudara ini mengungkapkan kegembiraannya dengan bantuan dan bonus yang diberikan Kemenag. “Saya akan menggunakan ipad untuk kelengkapan belajar, kalau uangnya akan saya berikan kepada orang tua karena saya belum pintar memegang uang,” pungkasnya.
(mpw)
Lihat Juga :