Perpustakaan Merah Putih Surabaya Kembali Raih Akreditasi A
Rabu, 19 Agustus 2020 - 15:48 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, akreditasi ini juga turut menunjang asesmen bagi program studi maupun Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi. “Yang dinilai, jumlah koleksi, pengunjung, jumlah pustakawan, peminjaman buku serta ketersediaan buku sesuai kurikulum prodi. Kunci ketersediaan ilmu adalah buku, apalagi kita lembaga pendidikan," tuturnya.
Proses pengembangan dan inovasi akan terus diupayakan untuk bisa menjadi fasilitas serta pendukung aktif dalam menimba ilmu. Sesuai saran dari asesor, sebagai Kampus Kebangsaan, perpustakaan merah putih ini diupayakan untuk menambah koleksi buku sejarah, jurnal penelitian bertemakan nilai-nilai kebangsaan.
“Menurut asesor perpustakaan kita sudah representatif, hanya saja karena sekarang sudah era milenial, nuansanya masih cenderung ke warna klasik, mungkin bisa diubah jadi warna yang menarik,” imbuhnya.
Bambang dan timnya berharap program kerja yang telah tersusun seperti membuat Pojok Kultur Budaya. “Kalau sekarang kan ada baju daerah dan wayang, menurut mereka (asesor) kurang. Yang diserukan adalah pariwisata dan budaya karena kita Kampus Kebangsaan,” paparnya.
Di samping itu juga akan mencoba mengembangkan Perpustakaan Digital. “Situasi sekarang orang mau belajar ke perpustakaan kadang susah, harus dibatasi, harus physical distancing dan segalanya. Planning ke depan ingin perpustakaan digital terus berjalan, karena ke depan yang dicari adalah digital bukan konvensional.” tutup Bambang.
Proses pengembangan dan inovasi akan terus diupayakan untuk bisa menjadi fasilitas serta pendukung aktif dalam menimba ilmu. Sesuai saran dari asesor, sebagai Kampus Kebangsaan, perpustakaan merah putih ini diupayakan untuk menambah koleksi buku sejarah, jurnal penelitian bertemakan nilai-nilai kebangsaan.
“Menurut asesor perpustakaan kita sudah representatif, hanya saja karena sekarang sudah era milenial, nuansanya masih cenderung ke warna klasik, mungkin bisa diubah jadi warna yang menarik,” imbuhnya.
Bambang dan timnya berharap program kerja yang telah tersusun seperti membuat Pojok Kultur Budaya. “Kalau sekarang kan ada baju daerah dan wayang, menurut mereka (asesor) kurang. Yang diserukan adalah pariwisata dan budaya karena kita Kampus Kebangsaan,” paparnya.
Di samping itu juga akan mencoba mengembangkan Perpustakaan Digital. “Situasi sekarang orang mau belajar ke perpustakaan kadang susah, harus dibatasi, harus physical distancing dan segalanya. Planning ke depan ingin perpustakaan digital terus berjalan, karena ke depan yang dicari adalah digital bukan konvensional.” tutup Bambang.
(mpw)
Lihat Juga :