UKT Mahal, Pengamat Pendidikan Sebut Ada Salah Kelola Pendidikan
Jum'at, 31 Mei 2024 - 17:35 WIB
loading...
Pengamat Pendidikan dari Center for Education Regulations and Development Analysis (Cerdas) Indra Charismiadji. Foto/Istimewa.
A
A
A
JAKARTA - Problema UKT yang mengalami kenaikan memantik perhatian dari berbagai pihak. Meski akhirnya dibatalkan namun ada sinyal bahwa biaya kuliah akan naik tahun depan.
Sebelumnya, Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim membatalkan kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) tahun ini di Istana Presiden, Senin (27/5/2024). Pembatalan ini terjadi setelah ia bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Namun Presiden Jokowi usai ditemui di acara GP Ansor menyatakan, UKT 2024 memang akan dievaluasi oleh Kemendikbudristek. Namun ada kemungkinan UKT akan dinaikkan tahun depan.
Baca juga: Segini Gaji Rektor Universitas Negeri di Tengah Polemik Kenaikan UKT
"Sehingga kemungkinan ini masih, kemungkinan nanti ini kebijakan di Mendikbud akan dimulai kenaikannya tahun depan. Jadi ada jeda tidak langsung seperti sekarang ini," tutur Presiden, dikutip Selasa (28/5/2024).
Mengenai hal ini, Pengamat Pendidikan dari Center for Education Regulations and Development Analysis (Cerdas), Indra Charismiadji berpendapat, saat ini sistem pendidikan tinggi di Indonesia dinilai cenderung berjalan dengan mekanisme pasar.
Sebelumnya, Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim membatalkan kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) tahun ini di Istana Presiden, Senin (27/5/2024). Pembatalan ini terjadi setelah ia bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Namun Presiden Jokowi usai ditemui di acara GP Ansor menyatakan, UKT 2024 memang akan dievaluasi oleh Kemendikbudristek. Namun ada kemungkinan UKT akan dinaikkan tahun depan.
Baca juga: Segini Gaji Rektor Universitas Negeri di Tengah Polemik Kenaikan UKT
"Sehingga kemungkinan ini masih, kemungkinan nanti ini kebijakan di Mendikbud akan dimulai kenaikannya tahun depan. Jadi ada jeda tidak langsung seperti sekarang ini," tutur Presiden, dikutip Selasa (28/5/2024).
Mengenai hal ini, Pengamat Pendidikan dari Center for Education Regulations and Development Analysis (Cerdas), Indra Charismiadji berpendapat, saat ini sistem pendidikan tinggi di Indonesia dinilai cenderung berjalan dengan mekanisme pasar.
Lihat Juga :