Dongkrak Kualitas PTKI, Kemenag Dorong Percepatan Guru Besar

Kamis, 20 Agustus 2020 - 15:20 WIB
loading...
Dongkrak Kualitas PTKI,...
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani bersama jajaran pejabat Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis). Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) Muhammad Ali Ramdhani menegaskanperlu mendorong akselerasi guru besar (profesor).

Langkah itu perlu diambil untuk mempercepat kualitas perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI).“Saya ingin agar para dosen berupaya serius untuk meniti karier sampai puncak menjadi guru besar,” kata Ramdhan,

Hal itu diungkapkan Ramdhani bertemu dengan jajaran pejabat Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) seusai menerima Bank Dunia untuk peningkatan PTKI pada Selasa 18 Agustus 2020.

Diketahui bahwa sampai saat ini Ditjen Pendidikan Islam baru memiliki 508 Guru Besar dari 40.124 dosen se-Indonesia. 18.166 di antaranya sebagai dosen PTKI negeri dan 21.958 PTKI swasta.

Sementara yang telah mencapai Lektor Kepala berjumlah 4.171 sebagai syarat untuk ke jenjang guru besar. “Dengan banyaknya guru besar akan mempercepat kualitas PTKI bersaing dengan perguruan tinggi lain secara nasional bahkan internasional,” ujar Alumni S2 dan S3 ITB ini.

(Baca juga: Majukan Generasi Muda, UNAS Terapkan Smart Campus)

Ramdhani juga meminta pejabat Diktis untuk mewujudkan Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) agar problem-problem akreditasi untuk PTKI mendapatkan solusi terbaik. “LAM sangat diperlukan untuk mempercepat standar kualitas PTKI dan mendapatkan solusi diantara problem-problem akreditasi yang dihadapi”, paparnya.

Program lain yang mendapat perhatian serius oleh Muhammad Ali Ramdhani adalah penguatan Program 5.000 Doktor dalam dan luar negeri, pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan mengoptimalkan teknologi informasi dan Program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah).

Dalam hal sarana prasarana Alumni ITB ini meminta agar memperhatikan kalangan PTKIS sehingga dapat terfasilitasi dengan baik. "Kehadiran kita sangat ditunggu oleh PTKIS dalam memberikan bantuan sarana prasarana pendidikan dan kita perlu optimalkan,” ujarnya.

(Baca juga: Polemik Hak Paten Merdeka Belajar, FSGI: Hibah Seharusnya Diserahkan Sepenuhnya )

Sebelumnya, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Arskal Salim GP melaporkan beberapa program strategis Direktorat PTKI, di antaranya KIP Kuliah.“Pada Tahun 2020 kita akan menerima mahasiswa melalui jalur beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah sebanyak 17. 656 orang tersebar di 58 PTKIN 14.656 mahasiswa dan 315 PTKIS sebanyak 3.000 orang,” ujarnya.

Dalam hal kelembagaan, Arskal memaparkan ada 40 PTKIN yang berstatus Satker Biasa, 18 PTKIN Berstatus Badan Layanan Umum (BLU) dan 1 PTKIN berstatus PTN-BH, yaitu Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII).

Sementara PTKI negeri yang telah mencapai Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) dengan predikat A sebanyak tujuh lembaga, B 41 lembaga, C enam lembaga dan belum terakreditasi ada dua lembaga, karena PTKIN baru.

Sedangkan pada PTKI swasta yang telah APT-A: 17 lembaga, APT-B: 140 lembaga, APT-C: 410 lembaga dan belum akreditasi 270 lembaga. Jumlah total PTKI ada 895 lembaga dengan perincian 59 PTKIN dan 837 PTKIS.

Hadir dalam pertemuan antara Direktur Jeneral Penddikan Islam Baru Muhammad Ali Ramdhani adalah Direktur PTKI Arskal Salim GP, Kasubdit Kelembagaan dan Kerja sama M Adib Abdusshomad, Kasubbdit Akademik Mamat Salamat Burhanuddin, Kasubdit Ketenagaan Ahmad Syafi’i, Kasubdit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Suwendi, Kasubbag Tata Usaha Abdulloh Hanif dan Kasi Kemahasiswaan Amirudin Kuba mewakili Kasubdit Sarana Prasarana dan Kemahasiswaan Ruchman Basori.
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kamboja Targetkan Kerja...
Kamboja Targetkan Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Indonesia, Fokus Double Degree
MNC University Siapkan...
MNC University Siapkan Program Double Degree dan Pertukaran Mahasiswa dengan Kampus ASEAN
Perkuat Kolaborasi Kampus,...
Perkuat Kolaborasi Kampus, MNC University Inisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi ASEAN
Hasil ONMIPA-PT 2026:...
Hasil ONMIPA-PT 2026: ITB Raih Juara Umum, Ini Daftar Lengkap Peraih Medali
Kisah Perjuangan Putri...
Kisah Perjuangan Putri Buruh Terasi Rembang Raih Doktor dari UIN Walisongo
President University...
President University Tembus 165 Besar Dunia di WURI 2026
Gelar Unjuk Rasa di...
Gelar Unjuk Rasa di Monas, Ini Pernyataan Sikap BEM Persatuan Indonesia
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Kemenag Susun Kosa Isyarat...
Kemenag Susun Kosa Isyarat Istilah Fikih dan Teologi Islam untuk Disabilitas
Rekomendasi
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Berita Terkini
Universitas Brawijaya...
Universitas Brawijaya Tembus Peringkat 616 Dunia di QS WUR 2027
PMB Madrasah Jakarta...
PMB Madrasah Jakarta Jalur Tahfiz 2026 Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
ITS Raih Peringkat 497...
ITS Raih Peringkat 497 Dunia di QS WUR 2027, Unggul pada Rasio Mahasiswa Internasional
Pangeran George Masuk...
Pangeran George Masuk Eton College, Sekolah Elit Keluarga Kerajaan
Insentif Guru PAI Tahap...
Insentif Guru PAI Tahap II 2026 Cair, Berikut Besaran dan Jumlah Penerimanya
Kamboja Targetkan Kerja...
Kamboja Targetkan Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Indonesia, Fokus Double Degree
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved