Fahmi Sirma Pelu, Pemuda Asal Ambon yang Berhasil Tembus 53 Kampus Top Dunia
Kamis, 20 Juni 2024 - 14:22 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: 10 Kampus dengan Reputasi Dunia Terbaik Versi THE Tahun 2023, Harvard Belum Tergoyahkan
Usaha tak akan mengingkari hasil, Fahmi pun mendapatkan LoA. Fahmi membuktikan kalau kita selalu bersungguh-sungguh dan biasa melakukan suatu hal, maka akan bisa dan terbiasa
Fahmi sebetulnya ingin sekali diterima di kampus impiannya yakni di Departemen Linguistik MIT Revitalusasi Bahasa Hampir Punah di Amerika Serikat.
Ia menuturkan, kemungkinan ia gagal mendapat LoA dari MIT karena kualifikasi pendidikan tidak linier dengan yang diminta kampus. Selain itu personal statement tidak sejalan dengan jurusan atau riset di kampus.
Dari 53 LoA yang ia terima, Fahmi akhirnya menjatuhkan hati ke Australian National University .
"Alasan saya memilih ANU karena ia tahu jika riset dan publikasi ANU soal studi Austronesia adalah salah satu yang terbaik dunia," dikutip dari Schoters.
Fahmi sudah memantabkan keinginannya usai kuliah nanti dengan mendirikan pusat dokumentasi di kampung halamannya dengan alasan tidak ingin masyarakat menjadi ahistoris.
Usaha tak akan mengingkari hasil, Fahmi pun mendapatkan LoA. Fahmi membuktikan kalau kita selalu bersungguh-sungguh dan biasa melakukan suatu hal, maka akan bisa dan terbiasa
Fahmi sebetulnya ingin sekali diterima di kampus impiannya yakni di Departemen Linguistik MIT Revitalusasi Bahasa Hampir Punah di Amerika Serikat.
Ia menuturkan, kemungkinan ia gagal mendapat LoA dari MIT karena kualifikasi pendidikan tidak linier dengan yang diminta kampus. Selain itu personal statement tidak sejalan dengan jurusan atau riset di kampus.
Dari 53 LoA yang ia terima, Fahmi akhirnya menjatuhkan hati ke Australian National University .
"Alasan saya memilih ANU karena ia tahu jika riset dan publikasi ANU soal studi Austronesia adalah salah satu yang terbaik dunia," dikutip dari Schoters.
Fahmi sudah memantabkan keinginannya usai kuliah nanti dengan mendirikan pusat dokumentasi di kampung halamannya dengan alasan tidak ingin masyarakat menjadi ahistoris.
(nnz)
Lihat Juga :