Surabaya Terus Tambah Sekolah Baru, Ini Alasannya
Jum'at, 21 Agustus 2020 - 17:12 WIB
loading...
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ketika meresmikan SMPN 62 yang berada di Surabaya Timur. Foto/SINDOnews/Aan Haryono
A
A
A
SURABAYA - Tiap tahun Kota Surabaya selalu memiliki penambahan tiga sekolah baru . Percepatan pembangunan sekolah baru itu dilakukan untuk mengejar tempat belajar baru warga yang ada di kawasan pingiran.
Dalam sepekan terakhir dua sekolah sudah diresmikan, yakni SMPN 61 di kawasan Surabaya Barat dan SMPN 62 di kawasan Surabaya Timur. Kedua kawasan itu selama ini memang minim tempat belajar yang akhirnya menjadi kendala ketika sistem zonasi diterapkan di Kota Pahlawan. (Baca juga: Khofifah Minta Guru Utamakan Pendidikan Karakter )
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menuturkan, dengan adanya SMPN di beberapa wilayah, baik di pusat maupun di wilayah pinggiran akan memperluas kemapuan siswa di berbagai wilayah. Pihanya juga tidak ingin ada lagi sekolah favorit atau tidak favorit.
"Saya minta para guru untuk menciptakan anak-anak Surabaya yang tangguh dan berkarakter, semua sekolah kini menjadi favorit," kata Risma, Jumat (21/8/2020). (Baca juga: Tanpa Cetak Biru, Kebijakan Pendidikan Selalu Berganti Seiring Pergantian Rezim )
Ia melanjutkan, para guru harus bisa mendorong siswa-siswinya untuk terus berinovasi dan terus mau belajar. Semua sarana kini suah dibangun dan diperbarui. "Anak-anak harus diajari banyak. Kalau sudah mencapai ini masih kurang, mencapai itu masih kurang. Dengan begitu anak-anak tidak sombong dan mau terus belajar," jelasnya.
Dalam sepekan terakhir dua sekolah sudah diresmikan, yakni SMPN 61 di kawasan Surabaya Barat dan SMPN 62 di kawasan Surabaya Timur. Kedua kawasan itu selama ini memang minim tempat belajar yang akhirnya menjadi kendala ketika sistem zonasi diterapkan di Kota Pahlawan. (Baca juga: Khofifah Minta Guru Utamakan Pendidikan Karakter )
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menuturkan, dengan adanya SMPN di beberapa wilayah, baik di pusat maupun di wilayah pinggiran akan memperluas kemapuan siswa di berbagai wilayah. Pihanya juga tidak ingin ada lagi sekolah favorit atau tidak favorit.
"Saya minta para guru untuk menciptakan anak-anak Surabaya yang tangguh dan berkarakter, semua sekolah kini menjadi favorit," kata Risma, Jumat (21/8/2020). (Baca juga: Tanpa Cetak Biru, Kebijakan Pendidikan Selalu Berganti Seiring Pergantian Rezim )
Ia melanjutkan, para guru harus bisa mendorong siswa-siswinya untuk terus berinovasi dan terus mau belajar. Semua sarana kini suah dibangun dan diperbarui. "Anak-anak harus diajari banyak. Kalau sudah mencapai ini masih kurang, mencapai itu masih kurang. Dengan begitu anak-anak tidak sombong dan mau terus belajar," jelasnya.
Lihat Juga :