Mahasiswa ITS Sabet Emas Berkat RS Kontainer COVID-19
Jum'at, 21 Agustus 2020 - 19:39 WIB
loading...
A
A
A
Tak hanya itu, Robert juga menjelaskan kelebihan dari container hospital. Yaitu rancangan ini lebih concern ke pembatasan fisik dengan penggunaan isolation box dalam kamar pasien dan teknologi smart system yang mengandalkan sensor dan alat medis yang dipasang baik pada pasien maupun bangunan kontainer.
“Sehingga cukup mudah dalam melakukan pengawasan dan penanganan pasien melalui control room maupun aplikasi di gawai,” ungkapnya.
Namun Robert menyebutkan, ada beberapa kendala saat merancang container hospital ini. Salah satunya, tim sulit untuk berkomunikasi dan hanya mengandalkan aplikasi konferensi video saja karena kondisi pandemi saat ini. Untungnya, ada beberapa anggota yang kebetulan sedang di Surabaya dan bisa berkoordinasi secara langsung. “Paling sering secara keseluruhan kami tetap menggunakan sistem daring untuk berdiskusi,” jelasnya.
Untuk mengatasinya, lanjut Robert, timnya menerapkan sistem kerja yang terjadwal dan terbagi tiap minggunya. Selain itu juga dievaluasi tiap minggu. Jadi semacam logbook, sehingga semua anggota tim mengerti dan dapat melihat jobdesk apa saja yang akan dilakukan di minggu tersebut. “Juga dalam seminggu, kami melakukan 2-3 kali rapat untuk progres dan evaluasi progres,” ucapnya.
“Sehingga cukup mudah dalam melakukan pengawasan dan penanganan pasien melalui control room maupun aplikasi di gawai,” ungkapnya.
Namun Robert menyebutkan, ada beberapa kendala saat merancang container hospital ini. Salah satunya, tim sulit untuk berkomunikasi dan hanya mengandalkan aplikasi konferensi video saja karena kondisi pandemi saat ini. Untungnya, ada beberapa anggota yang kebetulan sedang di Surabaya dan bisa berkoordinasi secara langsung. “Paling sering secara keseluruhan kami tetap menggunakan sistem daring untuk berdiskusi,” jelasnya.
Untuk mengatasinya, lanjut Robert, timnya menerapkan sistem kerja yang terjadwal dan terbagi tiap minggunya. Selain itu juga dievaluasi tiap minggu. Jadi semacam logbook, sehingga semua anggota tim mengerti dan dapat melihat jobdesk apa saja yang akan dilakukan di minggu tersebut. “Juga dalam seminggu, kami melakukan 2-3 kali rapat untuk progres dan evaluasi progres,” ucapnya.
(mpw)
Lihat Juga :