Mahasiswa ITS Sabet Emas Berkat RS Kontainer COVID-19
Jum'at, 21 Agustus 2020 - 19:39 WIB
loading...
Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil merancang rumah sakit kontainer pasien COVID-19. Foto/Ist
A
A
A
SURABAYA - Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil merancang rumah sakit kontainer pasien COVID-19 . Karya bertajuk Rancang Bangun Integrated Smart and Sustainable Container Hospital sebagai fasilitas karantina pasien COVID-19 membawa mereka menyabet Gold Medal pada kategori Physics and Engineering di ajang Young National Scientist Fair (YNSF) 2020.
Tim yang berasal dari Departemen Teknik Fisika ini beranggotakan Robert Ciputra Hermantara, Handy Suryowicaksono, Syaharussajali, Akbar Anugrah Putra, Aulia Rayimas Tinkar dan Bagas Hani Pradipta memberikan nuansa baru dalam penanganan COVID-19. Berangkat dari permasalahan bertambahnya jumlah orang yang terjangkit virus COVID-19 menyebabkan rumah sakit maupun fasilitas kesehatan mengalami kelebihan kapasitas. (Baca juga: Dirjen Dikti: Masih Ada Broken Link Antara Kampus dan Industri )
Ketua Tim Tiksna Falcata, Robert Ciputra Hermantara menuturkan, timnya melihat tempat penanganan pasien sudah over capacity. Dampaknya banyak pasien yang tidak tertangani dengan baik dan tingkat penularan virus juga semakin tinggi. “Kami menggunakan kontainer dengan memanfaatkan sifat portable-nya, sehingga mudah untuk dipindahkan dan dilengkapi fitur smart system,” katanya, Jumat (21/8/2020).
Ia melanjutkan, terdapat beberapa fitur untuk ruang isolasi dan juga pembatasan fisik di dalamnya yang tentunya sudah disesuaikan dengan standar dan protokol kesehatan dari Kementerian Kesehatan dan WHO, sehingga aman untuk digunakan sebagai fasilitas karantina. “Maka harapannya rumah sakit kontainer cerdas ini dapat menjadi solusi dari permasalahan yang ada,” ucapnya. (Baca juga: ITS Gandeng Industri Kembangkan Teknologi, Ini Capaiannya )
Rancangan rumah sakit kontainer yang juga mendapatkan MIICA Special Award Road to IIIC 2020 ini mempunyai desain rumah sakit berkapasitas 25 kontainer, dengan masing-masing kontainer terdiri dari dua ruang kamar pasien beserta toilet masing-masing, dan satu control room untuk tenaga medis memonitor kondisi pasien dan bangunan kontainer.
Robert menambahkan, adanya Human Machine Interface (HMI) yang ada di control room berfungsi bagi tenaga medis atau operator terkait untuk dapat melakukan pengendalian dan monitoring kondisi bangunan kontainer baik temperatur, kelembaban, pencahayaan, penggunaan energi, maupun monitoring kondisi pasien.
“Selain di ruang kontrol, pihak rumah sakit dapat melakukan monitoring kondisi bangunan dan info pasien melalui aplikasi yang dihubungkan secara langsung dengan gawai terkait.” kata mahasiswa yang juga menjadi anggota Tim Barunastra ITS ini.
Tim yang berasal dari Departemen Teknik Fisika ini beranggotakan Robert Ciputra Hermantara, Handy Suryowicaksono, Syaharussajali, Akbar Anugrah Putra, Aulia Rayimas Tinkar dan Bagas Hani Pradipta memberikan nuansa baru dalam penanganan COVID-19. Berangkat dari permasalahan bertambahnya jumlah orang yang terjangkit virus COVID-19 menyebabkan rumah sakit maupun fasilitas kesehatan mengalami kelebihan kapasitas. (Baca juga: Dirjen Dikti: Masih Ada Broken Link Antara Kampus dan Industri )
Ketua Tim Tiksna Falcata, Robert Ciputra Hermantara menuturkan, timnya melihat tempat penanganan pasien sudah over capacity. Dampaknya banyak pasien yang tidak tertangani dengan baik dan tingkat penularan virus juga semakin tinggi. “Kami menggunakan kontainer dengan memanfaatkan sifat portable-nya, sehingga mudah untuk dipindahkan dan dilengkapi fitur smart system,” katanya, Jumat (21/8/2020).
Ia melanjutkan, terdapat beberapa fitur untuk ruang isolasi dan juga pembatasan fisik di dalamnya yang tentunya sudah disesuaikan dengan standar dan protokol kesehatan dari Kementerian Kesehatan dan WHO, sehingga aman untuk digunakan sebagai fasilitas karantina. “Maka harapannya rumah sakit kontainer cerdas ini dapat menjadi solusi dari permasalahan yang ada,” ucapnya. (Baca juga: ITS Gandeng Industri Kembangkan Teknologi, Ini Capaiannya )
Rancangan rumah sakit kontainer yang juga mendapatkan MIICA Special Award Road to IIIC 2020 ini mempunyai desain rumah sakit berkapasitas 25 kontainer, dengan masing-masing kontainer terdiri dari dua ruang kamar pasien beserta toilet masing-masing, dan satu control room untuk tenaga medis memonitor kondisi pasien dan bangunan kontainer.
Robert menambahkan, adanya Human Machine Interface (HMI) yang ada di control room berfungsi bagi tenaga medis atau operator terkait untuk dapat melakukan pengendalian dan monitoring kondisi bangunan kontainer baik temperatur, kelembaban, pencahayaan, penggunaan energi, maupun monitoring kondisi pasien.
“Selain di ruang kontrol, pihak rumah sakit dapat melakukan monitoring kondisi bangunan dan info pasien melalui aplikasi yang dihubungkan secara langsung dengan gawai terkait.” kata mahasiswa yang juga menjadi anggota Tim Barunastra ITS ini.
Lihat Juga :