Antisipasi Karakter Unik Gen Z, Pendidik Lakukan Ekstra Pendekatan
Senin, 01 Juli 2024 - 12:49 WIB
loading...
A
A
A
Merespons fenomena ini, pihak sekolah pun telah menyiapkan sejumlah skenario bagi para anak didiknya. Di sekolahnya, Lani mengatakan berbagai program sudah diselenggarakan, mulai dari edukasi sampai kegiatan interaktif.
“Menangani Gen Z tidak mudah, perlu cara ekstra karena kebanyakan mereka asik dengan diri sendiri, dengan gadgetnya. Mereka juga mageran. Kalau diminta kegiatan diluar, pasti bilang males ah, “ujar Lani saat ditemui di acara dalam acara Binus Media Partnership Program (BMPP) di Hotel Dorsett Tsuen Wan Hong Kong, Jumat (28/6/2024).
Lani juga menambahkan bahwa perlu ada kegiatan edukasi dan itu sudah dilakukan, diantaranya adalah bedah buku. “Kami menggelar acara bedah buku, judulnya Strawbery Generation karangan Prof Rhenald Kasali. Disini kami undang juga sekolah lain. Selain itu, kami juga punya program sharing profesi yang mendatangkan para alumni sekolah, “ ujarnya.
Hal serupa juga diungkap Ebed. Menurutnya, sekolah telah mengimplementasikan program-program yang mengakomodir karakter gen Z dengan menerapkan metode pembelajaran yang menggunakan teknologi dan bersifat interaktif.
Upaya-upaya penanaman karakter positif juga dilakukan dengan menjalin komunikasi yang positif, pembinaan mental, spiritual, dan juga pelatihan-pelatihan dalam ranah kognitif. “St Louis juga mengakomodir kebutuhan gen Z dengan memfasilitasi 44 estrakulikuler sesuai dengan perkembangan zaman,” tutur Ebed.
“Menangani Gen Z tidak mudah, perlu cara ekstra karena kebanyakan mereka asik dengan diri sendiri, dengan gadgetnya. Mereka juga mageran. Kalau diminta kegiatan diluar, pasti bilang males ah, “ujar Lani saat ditemui di acara dalam acara Binus Media Partnership Program (BMPP) di Hotel Dorsett Tsuen Wan Hong Kong, Jumat (28/6/2024).
Lani juga menambahkan bahwa perlu ada kegiatan edukasi dan itu sudah dilakukan, diantaranya adalah bedah buku. “Kami menggelar acara bedah buku, judulnya Strawbery Generation karangan Prof Rhenald Kasali. Disini kami undang juga sekolah lain. Selain itu, kami juga punya program sharing profesi yang mendatangkan para alumni sekolah, “ ujarnya.
Hal serupa juga diungkap Ebed. Menurutnya, sekolah telah mengimplementasikan program-program yang mengakomodir karakter gen Z dengan menerapkan metode pembelajaran yang menggunakan teknologi dan bersifat interaktif.
Upaya-upaya penanaman karakter positif juga dilakukan dengan menjalin komunikasi yang positif, pembinaan mental, spiritual, dan juga pelatihan-pelatihan dalam ranah kognitif. “St Louis juga mengakomodir kebutuhan gen Z dengan memfasilitasi 44 estrakulikuler sesuai dengan perkembangan zaman,” tutur Ebed.
Lihat Juga :