Ajak Warga Bijak Bermedsos, Diskusi Literasi Digital Kemkominfo Dibanjiri Ribuan Orang
Sabtu, 20 Juli 2024 - 09:44 WIB
loading...
A
A
A
Media sosial, lanjut Nanda, seringkali menjadi sumber informasi bagi banyak orang. Bijak bermedia sosial, artinya kita memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa informasi yang dibagikan adalah benar dan dapat dipercaya.
”Sebelum membagikan sesuatu, kita harus memeriksa kebenarannya dari sumber yang terpercaya. Hindari menyebarkan hoaks atau berita palsu yang dapat menyesatkan dan merugikan orang lain. Selain itu, kita juga harus jujur dalam berkomunikasi dan tidak memanipulasi informasi untuk keuntungan pribadi atau kelompok tertentu,” jelas Nanda.
Manipulasi informasi, menurut Nanda, tidak hanya tidak etis, tetapi juga dapat merusak kepercayaan orang lain terhadap kita. Bijak bermedia sosial juga berarti menghindari plagiasi konten, empati dalam berinteraksi, sadar privasi, dan menghindari cyberbullying.
”Selain itu, menghargai perbedaan dan pendapat orang lain, tidak oversharing, sadar jejak digital, dan berpartisipasi dalam komunitas yang positif,” pungkas Nanda Indira.
Diskusi yang dipuncaki dengan gelaran dangdut itu juga dihadiri sejumlah kelompok masyarakat (komunitas) di Kabupaten Pesawaran. Di antaranya, Komunitas Turonggo Cipto Manunggal Pesawaran, Komunitas Rampag Barong Pesawaran, Paguyuban Seni Jaranan Eko Doyo, NKBC komunitas sepeda gowes, Komunitas Ekraf Pesawaran, serta masyarakat Kabupaten Pesawaran dan sekitarnya.
”Sebelum membagikan sesuatu, kita harus memeriksa kebenarannya dari sumber yang terpercaya. Hindari menyebarkan hoaks atau berita palsu yang dapat menyesatkan dan merugikan orang lain. Selain itu, kita juga harus jujur dalam berkomunikasi dan tidak memanipulasi informasi untuk keuntungan pribadi atau kelompok tertentu,” jelas Nanda.
Manipulasi informasi, menurut Nanda, tidak hanya tidak etis, tetapi juga dapat merusak kepercayaan orang lain terhadap kita. Bijak bermedia sosial juga berarti menghindari plagiasi konten, empati dalam berinteraksi, sadar privasi, dan menghindari cyberbullying.
”Selain itu, menghargai perbedaan dan pendapat orang lain, tidak oversharing, sadar jejak digital, dan berpartisipasi dalam komunitas yang positif,” pungkas Nanda Indira.
Diskusi yang dipuncaki dengan gelaran dangdut itu juga dihadiri sejumlah kelompok masyarakat (komunitas) di Kabupaten Pesawaran. Di antaranya, Komunitas Turonggo Cipto Manunggal Pesawaran, Komunitas Rampag Barong Pesawaran, Paguyuban Seni Jaranan Eko Doyo, NKBC komunitas sepeda gowes, Komunitas Ekraf Pesawaran, serta masyarakat Kabupaten Pesawaran dan sekitarnya.
Lihat Juga :