Dukungan Pemda Jadi Faktor Kunci Suksesnya Program Merdeka Belajar di Daerah
Jum'at, 16 Agustus 2024 - 19:52 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Usulan Pemda untuk Formasi Guru PPPK Rendah, Dirjen GTK Ungkap Alasannya
Tak hanya itu, dukungan Pemda yang besar juga turut melancarkan Piloting Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Bagi Guru Tertentu – sebelumnya bernama PPG Dalam Jabatan – Tahap I. Tercatat sudah 950 peserta PPG yang terundang melalui Sistem Informasi Manajemen Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (SIMPKB), 936 orang di antaranya sudah memberikan konfirmasi kesediaan. “Yang tidak konformasi lebih karena meninggal dunia atau mata pelajarannya sudah tidak sesuai,” kata Reisky.
Ia menjelaskan, sejatinya implementasi berbagai Kebijakan Merdeka Belajar di daerah bukan tanpa tantangan. Di Riau, misalnya, tantangan yang dihadapi antara lain berupa kondisi geografis daerah yang tidak semuanya daratan.
Oleh karenanya, BGP Provinsi Riau menggagas Program “Tanjak” (Telusur Jejak Pendidikan Sudut Riau) dengan sasaran kecamatan terluar. Program ini diharapkan mampu mengurangi ketimpangan kompetensi guru di kota dan daerah terluar.
Ada pula Program Bestari (brainstorming, elaborasi, refleksi, dan berbagi praktik baik). Selain menggandeng Pemda, program ini merupakan hasil kerjasama BGP Provinsi, Guru Penggerak, dan pakar dari universitas di Riau.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek, Nunuk Suryani mengapresiasi berbagai langkah yang dilakukan BGP Provinsi Riau. Menurut dia, langkah kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para penggiat pendidikan sangat efektif dalam penguatan implementasi Program Merdeka Belajar.
Tak hanya di Riau, kolaborasi sejenis yang dilakukan berbagai daerah lain juga terbukti mampu membuat Merdeka Belajar berjalan mulus. “Kolaborasi dan sinergi seperti ini bisa menjadi salah satu model dalam implementasi Merdeka Belajar di lapangan,” ungkap Nunuk.
Tak hanya itu, dukungan Pemda yang besar juga turut melancarkan Piloting Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Bagi Guru Tertentu – sebelumnya bernama PPG Dalam Jabatan – Tahap I. Tercatat sudah 950 peserta PPG yang terundang melalui Sistem Informasi Manajemen Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (SIMPKB), 936 orang di antaranya sudah memberikan konfirmasi kesediaan. “Yang tidak konformasi lebih karena meninggal dunia atau mata pelajarannya sudah tidak sesuai,” kata Reisky.
Ia menjelaskan, sejatinya implementasi berbagai Kebijakan Merdeka Belajar di daerah bukan tanpa tantangan. Di Riau, misalnya, tantangan yang dihadapi antara lain berupa kondisi geografis daerah yang tidak semuanya daratan.
Oleh karenanya, BGP Provinsi Riau menggagas Program “Tanjak” (Telusur Jejak Pendidikan Sudut Riau) dengan sasaran kecamatan terluar. Program ini diharapkan mampu mengurangi ketimpangan kompetensi guru di kota dan daerah terluar.
Ada pula Program Bestari (brainstorming, elaborasi, refleksi, dan berbagi praktik baik). Selain menggandeng Pemda, program ini merupakan hasil kerjasama BGP Provinsi, Guru Penggerak, dan pakar dari universitas di Riau.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek, Nunuk Suryani mengapresiasi berbagai langkah yang dilakukan BGP Provinsi Riau. Menurut dia, langkah kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para penggiat pendidikan sangat efektif dalam penguatan implementasi Program Merdeka Belajar.
Tak hanya di Riau, kolaborasi sejenis yang dilakukan berbagai daerah lain juga terbukti mampu membuat Merdeka Belajar berjalan mulus. “Kolaborasi dan sinergi seperti ini bisa menjadi salah satu model dalam implementasi Merdeka Belajar di lapangan,” ungkap Nunuk.
Lihat Juga :