Aplikasi NU Posting, Inovasi Baru FKK Unusa untuk Atasi Stunting
Jum'at, 16 Agustus 2024 - 20:39 WIB
loading...
Tim Dosen Fakultas Keperawatan dan Kebidanan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (FKK Unusa) menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat Desa Parseh, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan.Foto/Ist
A
A
A
SURABAYA - Tim Dosen Fakultas Keperawatan dan Kebidanan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (FKK Unusa) menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat Desa Parseh, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan.
Pemberdayaan ini bertujuan untuk mewujudkan desa siaga bebas stunting. Program ini bertujuan edukasi dan intervensi kesehatan. Menurut Ketua Tim Pengabdian Masyarakat FKK Unusa, Dr. Ika Mardiyanti, SST., M.Kes., stunting masih banyak ditemui di wilayah dengan akses pelayanan kesehatan yang terbatas.
Dia bersama tim tergerak menciptakan inovasi atasi stunting, yakni NU-Posting (Nahdlatul Ulama - Pojok Stunting), sekaligus membuatnya dalam bentuk aplikasi. Kegiatan ini merupakan hasil tindak lanjut implementasi dari penelitian yang dilakukan oleh Irawati, seorang mahasiswi profesi bidan Unusa yang telah lulus pada Mei 2024.
Penelitiannya berfokus pada penanggulangan masalah stunting melalui pijat Tuina, sebuah teknik pijat tradisional yang berasal dari China. Dalam penelitian tersebut, Irawati menemukan bahwa pijat Tuina dapat memberikan dampak positif dalam mencegah stunting pada anak-anak.
“Inovasi dari kegiatan ini berangkat dari penelitian seorang mahasiswi, yang kemudian kita bersama melakukan tindak lanjut dan implementasi. Akhirnya kita bentuk NU-Posting di Puskesmas Jaddih, Desa Parseh ini, sekaligus kita ciptakan aplikasi NU-Posting untuk memudahkan pemantauan dan edukasi kepada masyarakat. Dan alhamdulillah implementasi ini juga mendapatkan hibah PPM dari Kemenristekdikti melalui Ditjen Dikti Ristek,” jelasnya.
Baca juga: 3 Universitas Nahdlatul Ulama Terbaik Versi Webometrics 2022
Dia menambahkan, dalam aplikasi NU-Posting terdapat deteksi dini stunting, pemantauan gizi anak, modul pijat tuina, hingga video membuat resep masakan gizi seimbang yang terdapat translate ke bahasa Madura. Tujuannya, agar masyarakat dapat melakukan upaya pencegahan secara mandiri di lingkungan mereka
Pemberdayaan ini bertujuan untuk mewujudkan desa siaga bebas stunting. Program ini bertujuan edukasi dan intervensi kesehatan. Menurut Ketua Tim Pengabdian Masyarakat FKK Unusa, Dr. Ika Mardiyanti, SST., M.Kes., stunting masih banyak ditemui di wilayah dengan akses pelayanan kesehatan yang terbatas.
Dia bersama tim tergerak menciptakan inovasi atasi stunting, yakni NU-Posting (Nahdlatul Ulama - Pojok Stunting), sekaligus membuatnya dalam bentuk aplikasi. Kegiatan ini merupakan hasil tindak lanjut implementasi dari penelitian yang dilakukan oleh Irawati, seorang mahasiswi profesi bidan Unusa yang telah lulus pada Mei 2024.
Penelitiannya berfokus pada penanggulangan masalah stunting melalui pijat Tuina, sebuah teknik pijat tradisional yang berasal dari China. Dalam penelitian tersebut, Irawati menemukan bahwa pijat Tuina dapat memberikan dampak positif dalam mencegah stunting pada anak-anak.
“Inovasi dari kegiatan ini berangkat dari penelitian seorang mahasiswi, yang kemudian kita bersama melakukan tindak lanjut dan implementasi. Akhirnya kita bentuk NU-Posting di Puskesmas Jaddih, Desa Parseh ini, sekaligus kita ciptakan aplikasi NU-Posting untuk memudahkan pemantauan dan edukasi kepada masyarakat. Dan alhamdulillah implementasi ini juga mendapatkan hibah PPM dari Kemenristekdikti melalui Ditjen Dikti Ristek,” jelasnya.
Baca juga: 3 Universitas Nahdlatul Ulama Terbaik Versi Webometrics 2022
Dia menambahkan, dalam aplikasi NU-Posting terdapat deteksi dini stunting, pemantauan gizi anak, modul pijat tuina, hingga video membuat resep masakan gizi seimbang yang terdapat translate ke bahasa Madura. Tujuannya, agar masyarakat dapat melakukan upaya pencegahan secara mandiri di lingkungan mereka
Lihat Juga :