Diskusi Literasi Digital: Pelajar Diingatkan Bahaya Kejahatan Scamming
Senin, 19 Agustus 2024 - 14:38 WIB
loading...
A
A
A
”Lalu, investment scam (penipuan investasi), online shoping scam (penipuan belanja online), tech support scam (penipuan dengan mengaku sebagai teknisi), loterry or prize scam (penipuan hadiah), dan fake charity scam (penipuan amal palsu),” jelas Yusran Razikun.
Yusran menambahkan, agar terhindar dari kejahatan scamming pengguna hendaknya tidak memberikan informasi pribadi atau keuangan kepada pihak yang tidak dikenal atau melalui link yang tidak terpercaya, dan selalu memverifikasi keaslian situs web atau layanan sebelum melakukan transaksi.
”Waspadai tawaran yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, gunakan metode pembayaran yang aman dan terverifikasi saat berbelanja online, dan jangan langsung mempercayai permintaan uang dari seseorang yang baru dikenal secara online,” pesan Yusran Razikun kepada pelajar peserta diskusi virtual yang mengikuti acara lewat nonton bareng (nobar) dari sekolah masing-masing.
Sejumah sekolah menengah yang menggelar nobar diskusi online di wilayah Kota Bitung dan sekitarnya, antara lain: SMP Kristen Bitung, SMP Katholik Don Bon Bosco, SMP Muhammadiyah, SMPN 1, SMPN 2, SMPN 6, SMPN 7, SMPN 8, SMPN 11, SMPN 12, dan SMPN 19 Bitung, dan SMP Majutex Nusantara.
Dari sudut pandang berbeda, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bitung Fonny Tumundo mengingatkan pelajar agar berperilaku positif (etika) saat berada di dunia online. Apalagi, dengan menerapkan etika digital di media sosial, pelajar akan mendapatkan banyak manfaat positifnya.
Yusran menambahkan, agar terhindar dari kejahatan scamming pengguna hendaknya tidak memberikan informasi pribadi atau keuangan kepada pihak yang tidak dikenal atau melalui link yang tidak terpercaya, dan selalu memverifikasi keaslian situs web atau layanan sebelum melakukan transaksi.
”Waspadai tawaran yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, gunakan metode pembayaran yang aman dan terverifikasi saat berbelanja online, dan jangan langsung mempercayai permintaan uang dari seseorang yang baru dikenal secara online,” pesan Yusran Razikun kepada pelajar peserta diskusi virtual yang mengikuti acara lewat nonton bareng (nobar) dari sekolah masing-masing.
Sejumah sekolah menengah yang menggelar nobar diskusi online di wilayah Kota Bitung dan sekitarnya, antara lain: SMP Kristen Bitung, SMP Katholik Don Bon Bosco, SMP Muhammadiyah, SMPN 1, SMPN 2, SMPN 6, SMPN 7, SMPN 8, SMPN 11, SMPN 12, dan SMPN 19 Bitung, dan SMP Majutex Nusantara.
Dari sudut pandang berbeda, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bitung Fonny Tumundo mengingatkan pelajar agar berperilaku positif (etika) saat berada di dunia online. Apalagi, dengan menerapkan etika digital di media sosial, pelajar akan mendapatkan banyak manfaat positifnya.
Lihat Juga :