Hadirkan Ahli Kesehatan Otak, Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Jakarta III Gelar Kuliah Pakar
Jum'at, 23 Agustus 2024 - 19:43 WIB
loading...
A
A
A
“Tantangan kita ke depannya akan semakin besar karena pasien stroke sangat membutuhkan penanganan Fisoterapi. Namun, pencegahan juga menjadi kunci penting dalam pelayanan Fisioterapi dengan pemberian Exercise.”, ujar Fisio Pramudya Utama dalam paparannya.
Menurut Pramudya, stroke saat ini menjadi salah satu kasus yang menyebabkan kematian paling besar di Indonesia dengan gejala paling sering muncul adalah kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari – hari
Pramudya dalam paparannya juga mengulas anatomi vaskularisasi maupun bagian otak dengan maksud untuk memahami apabila gangguan yang muncul pada pasien stroke dapat diketahui darimana asal kerusakan bagian otak.
“Sebagai seorang Fisioterapis, dalam penanganan stroke harus memahami bagaimana cara tubuh manusia itu bergerak dengan memahami bagaimana inovasi sensoris pada pasien. Seluruh gerakan yang dapat dilakukan manusia menggabungkan kemampuan dari visual, auditori, dan taktil atau sentuhan yang menjadi sumber sensori tubuh untuk menginisiasi sebuah gerakan tentu bagaimana kekuatan dan ketepatan kontraksi otot pasien juga harus diperhatikan,” ujar Pramudya.
Selain itu, ada latihan untuk transfer dari berbaring ke duduk, duduk ke berdiri, keseimbangan saat berdiri, dan latihan berjalan. Selain latihan yang melibatkan fisik, kognitif pasien juga harus dilatih dengan Cognitive Training yang dapat meningkatkan fungsi kognitif dan memori pada pasien.
Menurut Pramudya, stroke saat ini menjadi salah satu kasus yang menyebabkan kematian paling besar di Indonesia dengan gejala paling sering muncul adalah kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari – hari
Pramudya dalam paparannya juga mengulas anatomi vaskularisasi maupun bagian otak dengan maksud untuk memahami apabila gangguan yang muncul pada pasien stroke dapat diketahui darimana asal kerusakan bagian otak.
“Sebagai seorang Fisioterapis, dalam penanganan stroke harus memahami bagaimana cara tubuh manusia itu bergerak dengan memahami bagaimana inovasi sensoris pada pasien. Seluruh gerakan yang dapat dilakukan manusia menggabungkan kemampuan dari visual, auditori, dan taktil atau sentuhan yang menjadi sumber sensori tubuh untuk menginisiasi sebuah gerakan tentu bagaimana kekuatan dan ketepatan kontraksi otot pasien juga harus diperhatikan,” ujar Pramudya.
Selain itu, ada latihan untuk transfer dari berbaring ke duduk, duduk ke berdiri, keseimbangan saat berdiri, dan latihan berjalan. Selain latihan yang melibatkan fisik, kognitif pasien juga harus dilatih dengan Cognitive Training yang dapat meningkatkan fungsi kognitif dan memori pada pasien.
(wyn)
Lihat Juga :