Gandeng Yayasan SEP dan RMI NU, Danone Indonesia Luncurkan Program Sekolah Bisnis Pesantren
Jum'at, 23 Agustus 2024 - 20:03 WIB
loading...
A
A
A
"Apa yang digagas hari ini adalah bagian dari ikhtiar yang sudah lama dilakukan oleh pondok pesantren. Oleh karenanya, kami mendukung penuh kemandirian pesantren dan kolaborasi Serikat Ekonomi Pesantren dan Danone Indonesia dalam menghadirkan Sekolah Bisnis Pesantren," jelas Basnang.
Sustainable Development Director Danone Indonesia, Karyanto Wibowo menyatakan, pihaknya sangat bangga dapat berkolaborasi dengan Yayasan Sinergi Ekosistem Pesantren dan Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Kabupaten Bogor dalam mewujudkan inisiatif ini.
"Kami berharap Program Sekolah Bisnis Pesantren dapat mendorong inovasi dan semangat berwirausaha di kalangan pesantren, sehingga mereka dapat lebih mandiri, sekaligus mampu meningkatkan daya saing sumber daya manusia di lingkungan pesantren," kata dia.
Menurut Karyanto, dukungan ini sejalan dengan komitmen Danone Impact Journey, yang menempatkan pengembangan SDMsebagai salah satu pilar utama dalam strategi keberlanjutan perusahaan.
Pengasuh PPTQ Al Kaukab KH Khoirul Huda Basyir menyampaikan apresiasinya terhadap peluncuran program ini. Karena, menurut dia, sedari awal pihaknya menggaungkan kemandirian dari sisi pengelolaan manajemen, sampai dengan penguatan ekonomi dan usaha-usahanya.
"Terinspirasi dari guru-guru kami, bahwa pesantren memiliki tiga fungsi diantaranya, pertama sebagai pusat pendidikan, kedua sebagai pusat dakwah dan ketiga sebagai pemberdayaan masyarakat," papar dia.
"Namun, untuk memberdayakan masyarakat maka, kita sebagai pesantren juga harus mandiri dan berdikari agar dapat mengajak saudara-saudara kita untuk mandiri," tandas Khoirul.
Ketua RMI NU Kabupaten Bogor KH Abdul Basyit Mahfuf menambahkan, dirinya mengamati bahwa antara fungsi dan tugas kewajiban pondok pesantren dulu dan saat ini sudah mengalami perubahan.
Sustainable Development Director Danone Indonesia, Karyanto Wibowo menyatakan, pihaknya sangat bangga dapat berkolaborasi dengan Yayasan Sinergi Ekosistem Pesantren dan Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Kabupaten Bogor dalam mewujudkan inisiatif ini.
"Kami berharap Program Sekolah Bisnis Pesantren dapat mendorong inovasi dan semangat berwirausaha di kalangan pesantren, sehingga mereka dapat lebih mandiri, sekaligus mampu meningkatkan daya saing sumber daya manusia di lingkungan pesantren," kata dia.
Menurut Karyanto, dukungan ini sejalan dengan komitmen Danone Impact Journey, yang menempatkan pengembangan SDMsebagai salah satu pilar utama dalam strategi keberlanjutan perusahaan.
Pengasuh PPTQ Al Kaukab KH Khoirul Huda Basyir menyampaikan apresiasinya terhadap peluncuran program ini. Karena, menurut dia, sedari awal pihaknya menggaungkan kemandirian dari sisi pengelolaan manajemen, sampai dengan penguatan ekonomi dan usaha-usahanya.
"Terinspirasi dari guru-guru kami, bahwa pesantren memiliki tiga fungsi diantaranya, pertama sebagai pusat pendidikan, kedua sebagai pusat dakwah dan ketiga sebagai pemberdayaan masyarakat," papar dia.
"Namun, untuk memberdayakan masyarakat maka, kita sebagai pesantren juga harus mandiri dan berdikari agar dapat mengajak saudara-saudara kita untuk mandiri," tandas Khoirul.
Ketua RMI NU Kabupaten Bogor KH Abdul Basyit Mahfuf menambahkan, dirinya mengamati bahwa antara fungsi dan tugas kewajiban pondok pesantren dulu dan saat ini sudah mengalami perubahan.
Lihat Juga :