Solusi Atasi Masalah Lingkungan, CSR UI Ajarkan Olah Limbah Jadi Ecobrick
Minggu, 01 September 2024 - 16:50 WIB
loading...
A
A
A
Oleh karena itu, untuk mengembangkan potensi tersebut, Tim Pengmas UI bersama BUMDes Selat Sunda Sukarame berencana untuk mengadakan pelatihan lebih lanjut serta lokakarya yang melibatkan lebih banyak komunitas sekitar. Program pelatihan ini bertujuan untuk memperluas pengetahuan tentang Ecobrick dan mengintegrasikan teknik ini ke dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk dalam pembangunan infrastruktur desa.
Lebih dari itu, rencana pemasaran produk-produk berbasis Ecobrick juga tengah dipersiapkan dengan harapan produk-produk ini dapat menarik minat pasar yang lebih luas. Langkah tersebut akan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan limbah plastik di tingkat lokal maupun nasional.
Dalam jangka panjang, Suryane menyampaikan bahwa program yang diikuti sekitar 30 warga Desa Sukarame ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran akan pentingnya lingkungan yang bersih dan sehat, serta memberdayakan masyarakat untuk mengambil peran aktif dalam pelestarian alam. Ecobrick adalah contoh nyata bagaimana pendekatan kreatif dalam pengelolaan limbah dapat membawa perubahan positif yang berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat.
Plh. Dekan FIK UI, Dessie Wanda turut memberikan apresiasi yang tinggi terhadap program ini. “Kami sangat bangga melihat antusiasme masyarakat Sukarame. Program ini tidak hanya memberikan solusi praktis terhadap masalah limbah, tetapi juga membuka mata masyarakat bahwa sampah plastik bisa diubah menjadi sesuatu yang bernilai. Ini adalah contoh nyata bagaimana pendidikan bisa memberdayakan dan membawa perubahan positif dalam masyarakat,” ujarnya.
Adapun Tim Pengmas UI terdiri atas delapan mahasiswa FIK, yaitu Ns. Qurrata Aini, Ajeng Pribadi Salam, Fadly Rasyid Maulana, Tamara Khairina, Nabella Elva Shakila, Zahra Putri Prasetya, Choirunnisaa Wardhani, dan Fikoh Farikhatun. Sementara itu, satu mahasiswa dari FMIPA adalah Annesa Hanabila.
Lebih dari itu, rencana pemasaran produk-produk berbasis Ecobrick juga tengah dipersiapkan dengan harapan produk-produk ini dapat menarik minat pasar yang lebih luas. Langkah tersebut akan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan limbah plastik di tingkat lokal maupun nasional.
Dalam jangka panjang, Suryane menyampaikan bahwa program yang diikuti sekitar 30 warga Desa Sukarame ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran akan pentingnya lingkungan yang bersih dan sehat, serta memberdayakan masyarakat untuk mengambil peran aktif dalam pelestarian alam. Ecobrick adalah contoh nyata bagaimana pendekatan kreatif dalam pengelolaan limbah dapat membawa perubahan positif yang berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat.
Plh. Dekan FIK UI, Dessie Wanda turut memberikan apresiasi yang tinggi terhadap program ini. “Kami sangat bangga melihat antusiasme masyarakat Sukarame. Program ini tidak hanya memberikan solusi praktis terhadap masalah limbah, tetapi juga membuka mata masyarakat bahwa sampah plastik bisa diubah menjadi sesuatu yang bernilai. Ini adalah contoh nyata bagaimana pendidikan bisa memberdayakan dan membawa perubahan positif dalam masyarakat,” ujarnya.
Adapun Tim Pengmas UI terdiri atas delapan mahasiswa FIK, yaitu Ns. Qurrata Aini, Ajeng Pribadi Salam, Fadly Rasyid Maulana, Tamara Khairina, Nabella Elva Shakila, Zahra Putri Prasetya, Choirunnisaa Wardhani, dan Fikoh Farikhatun. Sementara itu, satu mahasiswa dari FMIPA adalah Annesa Hanabila.
(skr)
Lihat Juga :