Literasi Digital Baru Capai 62 Persen, Ini Tantangan Dunia Pendidikan Indonesia
Senin, 09 September 2024 - 19:52 WIB
loading...
A
A
A
Dalam diskusi virtual bertajuk ”Sukses Belajar Online dengan Kemampuan Literasi Digital”, Fezal menyebut transformasi digital yang dilakukan satuan pendidikan dan pemerintah daerah memberikan teknologi ramah pengguna untuk membantu Satuan Pendidikan melakukan penganggaran, penatausahaan, pembelanjaan, dan pelaporan.
Selain itu, sambung Fezal, transformasi digital akan bermanfaat bagi pengembangan sistem yang mempermudah berbagai pihak pengambil kebijakan dalam mengakses data pengelolaan sekolah, dan mengoptimalkan pemanfaatan perangkat TIK dan fasilitas akun belajar.id sebagai bagian dari transformasi pembelajaran.
”Transformasi ini akan melibatkan kepala sekolah, pendidik dan tenaga kependidikan, untuk menciptakan ekosistem transformasi pembelajaran termasuk pada bagian teknologi,” jelas Fezal Aferizal di hadapan pelajar yang mengikuti diskusi dengan menggelar nonton bareng (nobar) dari sekolah masing-masing.
Sejumlah sekolah yang menggelar nobar diskusi online di Kota Metro dan sekitarnya, antara lain: SMPN 1, SMPN 2, SMPN 3, SMPN 5, SMPN 6, SMPN 7, SMPN 8, SMPN 9, dan SMPN 10 Metro, SMP Muhammadiyah 1 Metro, SMP Muh. Ahmad Dahlan, SMA Muh. At Tanwir, SMP Kartikatama, dan SMP TMI Roudlatul Qur’an.
Dosen Universitas Dr. Soetomo Surabaya Meithiana Indrasari menambahkan, pemanfaatan teknologi digital untuk pembelajaran di dunia pendidikan perlu kompetensi dan pemahaman ihwal keamanan digital.
Selain itu, sambung Fezal, transformasi digital akan bermanfaat bagi pengembangan sistem yang mempermudah berbagai pihak pengambil kebijakan dalam mengakses data pengelolaan sekolah, dan mengoptimalkan pemanfaatan perangkat TIK dan fasilitas akun belajar.id sebagai bagian dari transformasi pembelajaran.
”Transformasi ini akan melibatkan kepala sekolah, pendidik dan tenaga kependidikan, untuk menciptakan ekosistem transformasi pembelajaran termasuk pada bagian teknologi,” jelas Fezal Aferizal di hadapan pelajar yang mengikuti diskusi dengan menggelar nonton bareng (nobar) dari sekolah masing-masing.
Sejumlah sekolah yang menggelar nobar diskusi online di Kota Metro dan sekitarnya, antara lain: SMPN 1, SMPN 2, SMPN 3, SMPN 5, SMPN 6, SMPN 7, SMPN 8, SMPN 9, dan SMPN 10 Metro, SMP Muhammadiyah 1 Metro, SMP Muh. Ahmad Dahlan, SMA Muh. At Tanwir, SMP Kartikatama, dan SMP TMI Roudlatul Qur’an.
Dosen Universitas Dr. Soetomo Surabaya Meithiana Indrasari menambahkan, pemanfaatan teknologi digital untuk pembelajaran di dunia pendidikan perlu kompetensi dan pemahaman ihwal keamanan digital.
Lihat Juga :