Teliti Langkah Cak Imin sebagai Cawapres 2024, Mahasiswa S2 Paramadina Ini Raih IPK 3,95
Sabtu, 09 November 2024 - 14:15 WIB
loading...
A
A
A
Rochim mengatakan, kecerdikan Cak Imin pada Pilpres 2024 terlihat ketika langkahnya maju sebagai cawapres Prabowo menemui jalan buntu. Dia berhasil melakukan manuver politik dengan beralih menjadi pasangan Anies Baswedan.
"Dan nyatanya suara PKB meningkat secara signifikan di semua tingkatan. Raihan suara PKB pada Pemilu 2024 lalu yang mencapai 16.115.655 suara atau setara dengan 10.61% suara nasional, tidak bisa dipungkiri salah satunya adalah dampak dari Cak Imin maju sebagai cawapres," tutur Rochim yang berhasil masuk sebagai salah satu lulusan terbaik Magister Ilmu Komunikasi Politik Paramadina dengan raihan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,95 ini dari total 654 wisudawan.
Menurut Rochim, perolehan 16 juta lebih suara PKB tersebut terkonversi menjadi 68 kursi DPR RI. Jumlah ini meningkat tajam dibandingkan pada Pemilu 2019 lalu sebanyak 13.570.970 suara atau setara dengan 9.69% suara nasional. Jumlah tersebut terkonversi menjadi 58 kursi DPR RI.
"Artinya, PKB mendapatkan tambahan 2.544.685 suara atau tambahan 10 kursi di DPR RI. Dan peningkatan kursi PKB juga terjadi di tingkat DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia," urainya.
Rochim mengatakan, majunya Cak Imin sebagai cawapres bukan satu-satunya faktor penyebab melonjaknya suara PKB. Ada pula peran signifikan dari masing-masing caleg. "Tapi harus diakui, coattail effect itu signifikan. Ada ghirrah yang luar biasa dari kader dan pengurus PKB di setiap tingkatan untuk memenangkan ketua umumnya,” kata Rochim.
Staf Khusus Wakil Ketua MPR RI Rusdi Kirana ini mengatakan, dalam konteks komunikasi politik, selama berlangsungnya Pilpres 2024, Cak Imin melakukan berbagai pendekatan. Pertama, menyolidkan barisan di internal partainya. Cak Imin terus berupaya membangun kepemimpinan yang demokratis, terbuka, akuntabel, dan bisa dipertanggungjawabkan.
"Dan nyatanya suara PKB meningkat secara signifikan di semua tingkatan. Raihan suara PKB pada Pemilu 2024 lalu yang mencapai 16.115.655 suara atau setara dengan 10.61% suara nasional, tidak bisa dipungkiri salah satunya adalah dampak dari Cak Imin maju sebagai cawapres," tutur Rochim yang berhasil masuk sebagai salah satu lulusan terbaik Magister Ilmu Komunikasi Politik Paramadina dengan raihan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,95 ini dari total 654 wisudawan.
Menurut Rochim, perolehan 16 juta lebih suara PKB tersebut terkonversi menjadi 68 kursi DPR RI. Jumlah ini meningkat tajam dibandingkan pada Pemilu 2019 lalu sebanyak 13.570.970 suara atau setara dengan 9.69% suara nasional. Jumlah tersebut terkonversi menjadi 58 kursi DPR RI.
"Artinya, PKB mendapatkan tambahan 2.544.685 suara atau tambahan 10 kursi di DPR RI. Dan peningkatan kursi PKB juga terjadi di tingkat DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia," urainya.
Rochim mengatakan, majunya Cak Imin sebagai cawapres bukan satu-satunya faktor penyebab melonjaknya suara PKB. Ada pula peran signifikan dari masing-masing caleg. "Tapi harus diakui, coattail effect itu signifikan. Ada ghirrah yang luar biasa dari kader dan pengurus PKB di setiap tingkatan untuk memenangkan ketua umumnya,” kata Rochim.
Staf Khusus Wakil Ketua MPR RI Rusdi Kirana ini mengatakan, dalam konteks komunikasi politik, selama berlangsungnya Pilpres 2024, Cak Imin melakukan berbagai pendekatan. Pertama, menyolidkan barisan di internal partainya. Cak Imin terus berupaya membangun kepemimpinan yang demokratis, terbuka, akuntabel, dan bisa dipertanggungjawabkan.
Lihat Juga :