Beasiswa Indonesia Maju Disetop, Kantor Puspresnas Digeruduk Puluhan Orang Tua
Rabu, 20 November 2024 - 13:26 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Keberlanjutan Beasiswa Indonesia Maju
"Mereka diseleksi seketat dari ribuan yang mendaftar di program Indonesia Maju 4 ini Mereka terseleksi dari prestasi yang mereka miliki, ada prestasi dari olahraga, kemudian dari riset, kemudian dari akademi. Jadi macam-macam sehingga itu yang mereka sebenarnya bersemangat. Untuk bisa mimpi bisa dibiayai negara untuk sekolah atau kuliah di luar negeri," tuturnya.
Setelah proses seleksi selesai, siswa yang tergabung dalam program BIM 4, lantas dipersiapkan oleh negara seperti diberikan pelatihan, contohnya kemampuan berbahasa Inggris yang sesuai standar universitas di luar negeri. Namun di pertengahan jalan program beasiswa ini justru diberhentikan.
"Sebenarnya mereka tetap dibekali, mereka dibekali untuk kursus Bahasa Inggris sampai level tertentu yang menjadi kriteria di universitas di luar negeri, Highlight nya itu sekitar 6 sampai 6,5. Kemudian SAT-nya yang Scholastic Attitude Test itu 1200-1400," ujarnya.
"Nah mereka dikasih kursus untuk bisa mencapai level itu, dan sebagian sudah tes dan hasilnya lumayan. Nah tapi setelah tes kok tidak tiba-tiba gak ada kelanjutannya. Nah itu yang membuat mereka gelisah dan ingin mendapatkan kejelasan dari pelaksanaan program," sambungnya.
Ishandawi sebelumnya mengaku sempat bertemu dengan Kepala Puspresnas untuk mempertanyakan tindakan lanjut program beasiswa ini. Kata dia alasan diberhentikannya program ini karena beberapa universitas di luar negeri telah menutup pendaftaran di bulan Oktober-November.
"Mereka diseleksi seketat dari ribuan yang mendaftar di program Indonesia Maju 4 ini Mereka terseleksi dari prestasi yang mereka miliki, ada prestasi dari olahraga, kemudian dari riset, kemudian dari akademi. Jadi macam-macam sehingga itu yang mereka sebenarnya bersemangat. Untuk bisa mimpi bisa dibiayai negara untuk sekolah atau kuliah di luar negeri," tuturnya.
Setelah proses seleksi selesai, siswa yang tergabung dalam program BIM 4, lantas dipersiapkan oleh negara seperti diberikan pelatihan, contohnya kemampuan berbahasa Inggris yang sesuai standar universitas di luar negeri. Namun di pertengahan jalan program beasiswa ini justru diberhentikan.
"Sebenarnya mereka tetap dibekali, mereka dibekali untuk kursus Bahasa Inggris sampai level tertentu yang menjadi kriteria di universitas di luar negeri, Highlight nya itu sekitar 6 sampai 6,5. Kemudian SAT-nya yang Scholastic Attitude Test itu 1200-1400," ujarnya.
"Nah mereka dikasih kursus untuk bisa mencapai level itu, dan sebagian sudah tes dan hasilnya lumayan. Nah tapi setelah tes kok tidak tiba-tiba gak ada kelanjutannya. Nah itu yang membuat mereka gelisah dan ingin mendapatkan kejelasan dari pelaksanaan program," sambungnya.
Ishandawi sebelumnya mengaku sempat bertemu dengan Kepala Puspresnas untuk mempertanyakan tindakan lanjut program beasiswa ini. Kata dia alasan diberhentikannya program ini karena beberapa universitas di luar negeri telah menutup pendaftaran di bulan Oktober-November.
Lihat Juga :