Ditjen Vokasi Maksimalkan Program Unggulan untuk Tekan Pengangguran Lulusan SMK
Minggu, 01 Desember 2024 - 14:18 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, menurut Tatang, pembelajaran Tefa yang berorientasi atau berbasis produk mendorong SMK bisa mengembangkan diri menjadi Badan Layanan Umum (BLU), termasuk melaksanakan usaha hilirisasi produk barang dan jasa secara terpadu antara SMK dan DUDI.
Direktur Statistik Kependudukan dan Ketenagakerjaan, Badan Pusat Statistik (BPS), Ali Said mengatakan, mengatakan bahwa meskipun masih menghadapi beberapa tantangan, sejumlah tren positif terkait kondisi kebekerjaan lulusan vokasi dapat terlihat dari indikator kebekerjaan lulusan pendidikan vokasi, baik level perguruan tinggi vokasi (PTV) maupun sekolah menengah kejuruan (SMK).
“Kondisi kebekerjaan lulusan vokasi, terutama perguruan tinggi vokasi menunjukkan kondisi yang cukup baik. Kontribusi lulusan SMK dan PTV dalam pasar kerja juga cukup tinggi jika dilihat dari Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK). Bahkan, untuk lulusan SMK, tren partisipasinya meningkat selama periode 2022 sampai 2024 ini,” ujar Ali Said.
Terkait dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) lulusan vokasi, menurut Ali, meskipun TPT SMK masih cukup tinggi, TPT lulusan PTV cukup rendah bahkan hampir sama dengan TPT lulusan perguruan tinggi umum. TPT lulusan PTV juga lebih rendah dari TPT secara umum yang sebesar 4,91 persen.
“Jika melihat distribusi pengangguran menurut pendidikan, persentase pengangguran lulusan SMK dan perguruan tinggi vokasi justru lebih rendah. Persentase penganggur lulusan SMK lebih rendah dibandingkan dengan lulusan SMA,” kata Ali Said.
Direktur Statistik Kependudukan dan Ketenagakerjaan, Badan Pusat Statistik (BPS), Ali Said mengatakan, mengatakan bahwa meskipun masih menghadapi beberapa tantangan, sejumlah tren positif terkait kondisi kebekerjaan lulusan vokasi dapat terlihat dari indikator kebekerjaan lulusan pendidikan vokasi, baik level perguruan tinggi vokasi (PTV) maupun sekolah menengah kejuruan (SMK).
“Kondisi kebekerjaan lulusan vokasi, terutama perguruan tinggi vokasi menunjukkan kondisi yang cukup baik. Kontribusi lulusan SMK dan PTV dalam pasar kerja juga cukup tinggi jika dilihat dari Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK). Bahkan, untuk lulusan SMK, tren partisipasinya meningkat selama periode 2022 sampai 2024 ini,” ujar Ali Said.
Terkait dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) lulusan vokasi, menurut Ali, meskipun TPT SMK masih cukup tinggi, TPT lulusan PTV cukup rendah bahkan hampir sama dengan TPT lulusan perguruan tinggi umum. TPT lulusan PTV juga lebih rendah dari TPT secara umum yang sebesar 4,91 persen.
“Jika melihat distribusi pengangguran menurut pendidikan, persentase pengangguran lulusan SMK dan perguruan tinggi vokasi justru lebih rendah. Persentase penganggur lulusan SMK lebih rendah dibandingkan dengan lulusan SMA,” kata Ali Said.
(nnz)
Lihat Juga :