President University Bersama Bhikkhu Dhammasubho Bahas Pentingnya Pikiran, Jiwa, Raga, dan Moralitas
Selasa, 03 Desember 2024 - 11:28 WIB
loading...
A
A
A
“Namun, dari seluruh materi tersebut, yang diutamakan oleh Presuniv adalah pendidikan karakter. Ilmu pengetahuan memang penting, tetapi pendidikan karakter tidak boleh ditinggalkan,” tegas Darmono.
Menyangkut materi sharing session, menurut Darmono, permasalahan dalam suatu organisasi sering terjadi karena kurangnya rasa memiliki dari seluruh anggotanya.
“Ini sering kali menyebabkan kinerja organisasi menjadi kurang efektif. Sebaliknya jika setiap anggota mempunyai rasa memiliki yang kuat, paparnya, organisasi akan mampu bekerja dengan baik. Setiap anggota akan berkontribusi sesuai bidangnya masing-masing. Kalau itu terjadi, kita pasti bisa meraih prestasi,” ucap Darmono.
Mengawali sharing session-nya, Bhikkhu Dhammasubho menegaskan, setiap orang itu ada zamannya, dan setiap zaman ada orangnya. “Ini akan selalu terjadi, berganti-ganti. Dan, karena perubahan inilah akan selalu ada perbedaan cara pemikiran,” ucapnya
Perbedaan ini terlihat jelas dalam berbagai bagian kehidupan. Misalnya, seperti yang ia tegaskan, spiritualitas dan ilmu yang tidak pernah bertemu. Namun, Bhikkhu Dhammasubho juga menegaskan bahwa meski ada perbedaan cara berpikir, manusia tetaplah manusia. “Manusia yang paling kuat, atau paling terkenal sekalipun, mereka pada dasarnya tetap sama dengan manusia lainnya,” kata Bikkhu Dhammasubho.
Bikkhu Dhammasubho menguraikan setiap manusia terdiri dari tiga hal, yakni pikiran, jiwa, dan raga. “Jika salah satunya tidak ada, manusia tidak dapat bertahan hidup,” ucapnya.
Dari tiga hal tersebut, masing-masing memerlukan asupan yang berbeda. Misalnya, untuk menjaga raga agar tetap sehat, dibutuhkan asupan gizi, seperti nasi dan juga lauk pauk.
“Kemudian, untuk menjaga agar pikiran tetap sehat, diperlukan asupan pengetahuan. Sedangkan untuk menjaga kesehatan jiwa, diperlukan asupan rasa,” urai Bikkhu Dhammasubho,.
Menyangkut materi sharing session, menurut Darmono, permasalahan dalam suatu organisasi sering terjadi karena kurangnya rasa memiliki dari seluruh anggotanya.
“Ini sering kali menyebabkan kinerja organisasi menjadi kurang efektif. Sebaliknya jika setiap anggota mempunyai rasa memiliki yang kuat, paparnya, organisasi akan mampu bekerja dengan baik. Setiap anggota akan berkontribusi sesuai bidangnya masing-masing. Kalau itu terjadi, kita pasti bisa meraih prestasi,” ucap Darmono.
Mengawali sharing session-nya, Bhikkhu Dhammasubho menegaskan, setiap orang itu ada zamannya, dan setiap zaman ada orangnya. “Ini akan selalu terjadi, berganti-ganti. Dan, karena perubahan inilah akan selalu ada perbedaan cara pemikiran,” ucapnya
Perbedaan ini terlihat jelas dalam berbagai bagian kehidupan. Misalnya, seperti yang ia tegaskan, spiritualitas dan ilmu yang tidak pernah bertemu. Namun, Bhikkhu Dhammasubho juga menegaskan bahwa meski ada perbedaan cara berpikir, manusia tetaplah manusia. “Manusia yang paling kuat, atau paling terkenal sekalipun, mereka pada dasarnya tetap sama dengan manusia lainnya,” kata Bikkhu Dhammasubho.
Bikkhu Dhammasubho menguraikan setiap manusia terdiri dari tiga hal, yakni pikiran, jiwa, dan raga. “Jika salah satunya tidak ada, manusia tidak dapat bertahan hidup,” ucapnya.
Dari tiga hal tersebut, masing-masing memerlukan asupan yang berbeda. Misalnya, untuk menjaga raga agar tetap sehat, dibutuhkan asupan gizi, seperti nasi dan juga lauk pauk.
“Kemudian, untuk menjaga agar pikiran tetap sehat, diperlukan asupan pengetahuan. Sedangkan untuk menjaga kesehatan jiwa, diperlukan asupan rasa,” urai Bikkhu Dhammasubho,.
Lihat Juga :