Bappenas Dorong Gen Z Asah Soft Skill untuk Hadapi Tantangan Dunia Kerja
Kamis, 12 Desember 2024 - 15:40 WIB
loading...
A
A
A
"Studi ini juga memberikan pemetaan kebutuhan soft skills di industri-industri prioritas nasional dan menawarkan solusi strategis melalui program-program pengembangan yang dapat mendukung transformasi SDM Indonesia," paparnya. Ia berharap, hasil studi tersebut juga dapat dipadankan dengan kebutuhan industri dan praktik di pendidikan tinggi di Indonesia guna membantu tercapainya visi Indonesia Emas 2045.
Di sisi lain, Bappenas juga mendorong perguruan tinggi lebih fleksibel dalam penyediaan program studi (prodi). Menurutnya, pembukaan atau penutupan prodi sesuai kebutuhan negara, kebutuhan pasar kerja, dan perkembangan ilmu di dunia merupakan hal lumrah di berbagai negara. Hal ini sebagai salah satu upaya mendukung perekonomian negara tersebut.
Karena itu, penting bagi kampus memetakan potensi perekonomian yang ada di daerahnya. "Misalnya, katakanlah Sumatera, apa sesungguhnya potensi industri atau potensi ekonomi yang dipunyai di wilayah Sumatera? Apakah pariwisata? manufaktur? Atau yang lainnya. Demikian juga kalau kita bicara tentang Kalimantan, Sulawesi, dan seterusnya," ujarnya.
Selain potensi ekonomi wilayah, kampus juga diminta melihat potensi keilmuan yang tengah berkembang. Bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) misalnya.
Menurutnya, penting bagi PT untuk menambah jurusan di bidang STEM ini guna memenuhi kebutuhan bidang hard sciences yang masih minim. Selain itu, keilmuan STEM saat ini sangat diperlukan karena jadi infrastruktur utama dalam perkembangan suatu negara.
Di sisi lain, Bappenas juga mendorong perguruan tinggi lebih fleksibel dalam penyediaan program studi (prodi). Menurutnya, pembukaan atau penutupan prodi sesuai kebutuhan negara, kebutuhan pasar kerja, dan perkembangan ilmu di dunia merupakan hal lumrah di berbagai negara. Hal ini sebagai salah satu upaya mendukung perekonomian negara tersebut.
Karena itu, penting bagi kampus memetakan potensi perekonomian yang ada di daerahnya. "Misalnya, katakanlah Sumatera, apa sesungguhnya potensi industri atau potensi ekonomi yang dipunyai di wilayah Sumatera? Apakah pariwisata? manufaktur? Atau yang lainnya. Demikian juga kalau kita bicara tentang Kalimantan, Sulawesi, dan seterusnya," ujarnya.
Selain potensi ekonomi wilayah, kampus juga diminta melihat potensi keilmuan yang tengah berkembang. Bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) misalnya.
Menurutnya, penting bagi PT untuk menambah jurusan di bidang STEM ini guna memenuhi kebutuhan bidang hard sciences yang masih minim. Selain itu, keilmuan STEM saat ini sangat diperlukan karena jadi infrastruktur utama dalam perkembangan suatu negara.
(nnz)
Lihat Juga :