Dosen Brawijaya Ciptakan Alat Pengelolaan Hutan Berbasis AI, Mampu Mitigasi Kebakaran dan Banjir
Minggu, 22 Desember 2024 - 11:18 WIB
loading...
A
A
A
Alat ini juga diklaim Rifqi tahan dari cuaca ekstrem seperti badai dan anti pencurian karena dilengkapi sistem pelacakan canggih yang mampu mengirimkan titik koordinat terakhirnya. Penggunaan teknologi Lora atau menyerupai sinyal radio mengantisipasi sulitnya akses sinyal internet di hutan, meski alat ini juga mampu bekerja dengan internet dan memanfaatkan AI.
Informasi dan data yang dikumpulkan akan dikirimkan melalui jaringan LoRa (Long Range) ke pusat kontrol untuk ditampilkan pada dashboard berbasis web, mempermudah pengambilan keputusan oleh pengelola hutan.
"Data itu ditransfer melalui teknologi yang namanya Wifi sama Lora, kalau misalkan untuk di daerah-daerah yang tidak ada sinyal. Yang paling berpotensi adalah Lora, karena bagaimanapun kawasan hutan di Indonesia itu luas, dan hampir semuanya itu tidak ada (sinyal)," bebernya.
Baca juga: Resmi! Kemendikbudristek Luncurkan Buku Panduan Pengunaan AI Bagi Mahasiswa dan Dosen
Alat ini juga mampu mengintegrasikan dengan IoT dan Artificial Intellegence, dengan menggunakan teknologi You Only Look Once (YOLO), untuk mendeteksi objek secara cepat dan akurat, serta protokol komunikasi LoRa untuk pengiriman data jarak jauh.
"Pengembangan IoT dan AI sesuai dengan rencana jangka panjang UB, yang dikemas program smart forest, di mana penggunaan IoT dan AI, jadi pengelolaan dan pendidikan kita," ucap pria yang juga pengelola hutan edukasi UB Forest.
Informasi dan data yang dikumpulkan akan dikirimkan melalui jaringan LoRa (Long Range) ke pusat kontrol untuk ditampilkan pada dashboard berbasis web, mempermudah pengambilan keputusan oleh pengelola hutan.
"Data itu ditransfer melalui teknologi yang namanya Wifi sama Lora, kalau misalkan untuk di daerah-daerah yang tidak ada sinyal. Yang paling berpotensi adalah Lora, karena bagaimanapun kawasan hutan di Indonesia itu luas, dan hampir semuanya itu tidak ada (sinyal)," bebernya.
Baca juga: Resmi! Kemendikbudristek Luncurkan Buku Panduan Pengunaan AI Bagi Mahasiswa dan Dosen
Alat ini juga mampu mengintegrasikan dengan IoT dan Artificial Intellegence, dengan menggunakan teknologi You Only Look Once (YOLO), untuk mendeteksi objek secara cepat dan akurat, serta protokol komunikasi LoRa untuk pengiriman data jarak jauh.
"Pengembangan IoT dan AI sesuai dengan rencana jangka panjang UB, yang dikemas program smart forest, di mana penggunaan IoT dan AI, jadi pengelolaan dan pendidikan kita," ucap pria yang juga pengelola hutan edukasi UB Forest.
Lihat Juga :