Profil Endang Superi Wahyudi, Kepala Sekolah SMAN 1 Mempawah yang Lalai Mendaftarkan Siswanya di SNBP 2025
Rabu, 05 Februari 2025 - 18:36 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Pendaftaran SNBP 2025 Dimulai Hari Ini, Klik snbp.snpmb.id
Dari peristiwa ini, Kepala Sekolah SMAN 1 Mempawah, Endang Superi Wahyudi lantas turun tangan dan menjelaskan kronologi kejadian.
Endang Superi Wahyudi diketahui telah menjabat sebagai Kepala Sekolah SMAN 1 Mempawah setelah melakukan serah terima jabatan pada 27 Juni 2022 silam.
Endang Superi Wahyudi mengakui ada kelalaian dari pihak sekolah sehingga ratusan siswa-siswinya gagal mengikuti SNBP 2025.
Hingga batas waktu yang telah ditentukan, masih ada data 7 siswa yang belum lengkap atau penginputan datanya belum selesai. Hal tersebut berdampak kepada semuanya, sehingga tidak bisa dilakukan finalisasi.
"Mungkin karena kesalahan dari kami, human error. Jadi sebaiknya itu difinalkan dulu yang belum, habis itu baru difinalisasi. Jadi kita masih bisa mengurus yang sisanya 7 itu. Jadi atas dasar ini, kami mengakui ini ada suatu kelalaian, human error," ungkapnya.
Atas kejadian tersebut, Endang menyampaikan permohonan maaf kepada para siswa dan juga orang tuanya. Endang mengaku telah berupaya maksimal tetapi sudah tidak bisa.
Dari peristiwa ini, Kepala Sekolah SMAN 1 Mempawah, Endang Superi Wahyudi lantas turun tangan dan menjelaskan kronologi kejadian.
Profil Endang Superi Wahyudi
Endang Superi Wahyudi diketahui telah menjabat sebagai Kepala Sekolah SMAN 1 Mempawah setelah melakukan serah terima jabatan pada 27 Juni 2022 silam.
Endang Superi Wahyudi mengakui ada kelalaian dari pihak sekolah sehingga ratusan siswa-siswinya gagal mengikuti SNBP 2025.
Hingga batas waktu yang telah ditentukan, masih ada data 7 siswa yang belum lengkap atau penginputan datanya belum selesai. Hal tersebut berdampak kepada semuanya, sehingga tidak bisa dilakukan finalisasi.
"Mungkin karena kesalahan dari kami, human error. Jadi sebaiknya itu difinalkan dulu yang belum, habis itu baru difinalisasi. Jadi kita masih bisa mengurus yang sisanya 7 itu. Jadi atas dasar ini, kami mengakui ini ada suatu kelalaian, human error," ungkapnya.
Atas kejadian tersebut, Endang menyampaikan permohonan maaf kepada para siswa dan juga orang tuanya. Endang mengaku telah berupaya maksimal tetapi sudah tidak bisa.
Lihat Juga :