Unpas Perkuat Kompetensi Mahasiswa HI dengan Pelatihan Manajemen Krisis

Jum'at, 07 Februari 2025 - 19:43 WIB
loading...
Unpas Perkuat Kompetensi...
Prodi Ilmu Hubungan Internasional (HI) Universitas Pasundan berkolaborasi dengan industri, NEXUS Risk Mitigation & Strategic Communication menyelenggarakan Pelatihan Manajemen Krisis. Foto/Unpas.
A A A
BANDUNG - Dalam dunia global yang dinamis, keterampilan manajemen krisis semakin menjadi kebutuhan utama, khususnya bagi mahasiswa Hubungan Internasional (HI) .

Urgensi ini disadari oleh Program Studi Ilmu Hubungan Internasional (HI) Universitas Pasundan berkolaborasi dengan industri, NEXUS Risk Mitigation & Strategic Communication menyelenggarakan Pelatihan Manajemen Krisis.

Baca juga: Mahasiswa HI Jadi Lulusan Pertama UPN Yogya Tanpa Skripsi, Ini Sosoknya

Dekan FISIP Universitas Pasundan Kunkunrat menegaskan bahwa kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tantangan global sangat penting.

“Seiring dengan meningkatnya kompleksitas hubungan diplomatik, ekonomi, dan politik antarnegara, pemahaman serta kemampuan mengelola krisis menjadi kompetensi yang sangat berharga.” ungkap, melalui siaran pers, Jumat (7/2/2025).

Lebih lanjut, Ketua Prodi Ilmu Hubungan Internasional FISIP Universitas Pasundan, Tine Ratna Poerwantika, menegaskan pentingnya pelatihan ini untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan global.

“Pelatihan manajemen krisis ini tidak hanya membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis, tetapi juga meningkatkan daya saing mereka di dunia kerja yang semakin kompleks. Di era global ini, kemampuan mengelola krisis adalah kompetensi utama yang harus dimiliki oleh setiap profesional, terutama bagi mereka yang bergerak di bidang diplomasi dan hubungan internasional,” ujar

CEO NEXUS RMSC, Firsan Nova dalam sesinya mengatakan bahwa saat ini, diplomat tidak hanya bertugas dalam negosiasi antar negara tetapi juga harus mampu membangun dan menjaga citra negara di mata dunia.

"Diplomat adalah komunikator utama yang membawa kepentingan nasional ke panggung global. Mereka harus memahami strategi komunikasi, termasuk manajemen krisis, untuk menjaga reputasi negara saat menghadapi tantangan diplomatik," ujar Firsan Nova.

Firsan juga menekankan bahwa keterampilan dalam mengelola narasi krisis menjadi semakin penting, terutama dengan cepatnya penyebaran informasi di media massa dan media sosial.
"Dalam dunia yang serba cepat ini, ketidakmampuan mengelola komunikasi krisis bisa berujung pada eskalasi isu yang merugikan negara maupun organisasi," tambahnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Crisis PR Strategist di NEXUS, Aisyah Muftian Mursyid, menjelaskan bahwa salah satu aspek krusial dalam manajemen krisis adalah media handling.
“Dalam situasi krisis, bagaimana sebuah organisasi atau bahkan negara berkomunikasi dengan media dapat menentukan arah pemberitaan dan opini publik. Kesalahan dalam menangani media dapat memperburuk situasi dan menimbulkan dampak reputasi jangka panjang,” ujar Aisyah dalam sesi pelatihannya.

Aisyah menyoroti bahwa kecepatan dan ketepatan dalam memberikan respons kepada media sangatlah krusial. “Jangan biarkan ruang kosong dalam komunikasi, karena ketika kita diam, narasi akan dibentuk oleh pihak lain, yang mungkin tidak sesuai dengan fakta,” tambahnya.

Selain media handling, stakeholder engagement juga menjadi aspek penting dalam manajemen krisis. Rizkha Al-Zahra, Strategic Communication Specialist, menjelaskan bahwa memahami pemetaan pemangku kepentingan sangat krusial dalam menghadapi situasi krisis.

"Dalam krisis, memahami siapa saja pemangku kepentingan utama adalah langkah awal yang tidak boleh diabaikan. Dengan pemetaan yang tepat, organisasi dapat menentukan strategi komunikasi yang lebih efektif dan menghindari potensi eskalasi yang tidak terkendali," ujar Rizkha.

Sementara itu, Ellena Nurfazria Handayani, Data & Research Specialist, menambahkan bahwa salah satu metode yang dapat digunakan dalam pemetaan pemangku kepentingan adalah diagram kartesius.

"Diagram kartesius membantu mengelompokkan pemangku kepentingan berdasarkan pengaruh dan kepentingannya, sehingga kita dapat menentukan prioritas dalam strategi komunikasi," jelas Ellena.

Tak hanya itu, pemantauan isu menjadi langkah strategis dalam mengelola krisis. Qanitha Azzahra Syakirah, Issue & Public Opinion Specialist, menekankan pentingnya analisis berkelanjutan terhadap opini publik.

"Krisis tidak hanya terjadi dalam satu waktu, tetapi berkembang secara dinamis. Oleh karena itu, perlu adanya monitoring dan analisis terus-menerus terhadap isu yang berkembang di publik agar langkah mitigasi dapat dilakukan dengan tepat," ungkapnya.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perkuat Kolaborasi Kampus,...
Perkuat Kolaborasi Kampus, MNC University Inisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi ASEAN
Daftar 4 PTS yang Tembus...
Daftar 4 PTS yang Tembus QS World University Rankings 2027, Ada Kampusmu?
MNC University Jadi...
MNC University Jadi Tuan Rumah EduTalk Youth Summit 2026, Bekali Ratusan Pelajar se-Jabodetabek
MNC University Bahas...
MNC University Bahas Masa Depan Produksi Iklan di Era AI melalui Talkshow KRUFEST
KIP Kuliah Jalur Seleksi...
KIP Kuliah Jalur Seleksi Mandiri PTN dan PTS 2026 Resmi Dibuka, Daftar di Link Ini
Perkuat Kolaborasi dan...
Perkuat Kolaborasi dan Kepemimpinan Kreatif, HIMA PUSAKA MNC University Gelar Studi Banding Bersama Universitas Paramadina
UBK Keluarkan 9 Poin...
UBK Keluarkan 9 Poin Pernyataan usai Ketua BEM FH Abdimaludin Terima Uang Rp20 Juta
Terima Rp20 juta, Muhammad...
Terima Rp20 juta, Muhammad Abdimaludin Dinonaktifkan dari Ketua BEM FH Universitas Bung Karno
Ketua BEM FH Abdimaludin...
Ketua BEM FH Abdimaludin Akui Terima Uang Rp20 Juta dari Alumni, Diberikan oleh Polisi
Rekomendasi
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Berita Terkini
SMP Islam Amalina Raih...
SMP Islam Amalina Raih Penghargaan Most Innovative Eco Project di ESD Symposium 2026 Malaysia
CIMB Niaga Gelar Sustainability...
CIMB Niaga Gelar Sustainability Masterclass, 20 Jurnalis Berkontribusi Aksi Keberlanjutan
UKM Malaysia Tembus...
UKM Malaysia Tembus Peringkat 7 Dunia THE Sustainability Impact Ratings 2026
Rekrutmen Penggerak...
Rekrutmen Penggerak HAM 2026 Resmi Diperpanjang, Daftar di Link Ini
Sekolah Garda Terdepan...
Sekolah Garda Terdepan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Belajar
Tak Kenal Menyerah,...
Tak Kenal Menyerah, Maryanti Jadi Lulusan Terbaik UNY 2026 Meski Kuliah Sambil Berwirausaha
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved