Mantan Mendikbud Mohammad Nuh Ditunjuk sebagai Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat
Rabu, 05 Maret 2025 - 14:28 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Pemerintah Bangun Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggulan Garuda, Ini Perbedaannya
Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat, Mohammad Nuh, menyampaikan apresiasi terhadap gagasan Presiden dalam memutus transmisi kemiskinan melalui pendidikan berkualitas. Ia menegaskan bahwa pendidikan adalah instrumen utama untuk mengubah nasib masyarakat miskin dan menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi Indonesia.
“Pertama, kita harus memberikan apresiasi setinggi mungkin atas gagasan ide dari Pak Presiden untuk memotong transmisi kemiskinan atau memotong mata rantai kemiskinan melalui pendidikan yang berkualitas. Itu harus kita apresiasi betul. Tidak hanya sekadar kita apresiasi, tapi kita terjemahkan dalam bentuk yang real dan konkret,” ujar Mohammad Nuh.
Menurutnya, berbagai studi akademik dan kajian empirik telah membuktikan bahwa pendidikan memiliki peran krusial dalam mengentaskan kemiskinan. Oleh karena itu, ia menilai bahwa langkah yang diambil pemerintah sudah benar dan perlu segera direalisasikan.
Sesuai dengan arahan Menteri Sosial (Mensos), program Sekolah Rakyat ini akan mulai dijalankan pada tahun ajaran 2025-2026. Rencana ini akan terlebih dahulu dilaporkan oleh Mensos kepada Presiden sebelum diimplementasikan secara luas.
“Kita ingin menggagas mulai dari SD, SMP, SMA, atau SMK. Bahkan bisa jadi nanti dikombinasikan dengan madrasah,” lanjutnya.
Sekolah Rakyat ini akan berbentuk boarding school atau sekolah berasrama dengan memanfaatkan fasilitas awal yang telah disediakan oleh Kementerian Sosial.
Namun, Mohammad Nuh menekankan bahwa infrastruktur saja belum cukup untuk menjalankan pendidikan formal. Oleh karena itu, berbagai pihak seperti Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dasmen) serta Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) akan dilibatkan secara langsung.
Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat, Mohammad Nuh, menyampaikan apresiasi terhadap gagasan Presiden dalam memutus transmisi kemiskinan melalui pendidikan berkualitas. Ia menegaskan bahwa pendidikan adalah instrumen utama untuk mengubah nasib masyarakat miskin dan menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi Indonesia.
“Pertama, kita harus memberikan apresiasi setinggi mungkin atas gagasan ide dari Pak Presiden untuk memotong transmisi kemiskinan atau memotong mata rantai kemiskinan melalui pendidikan yang berkualitas. Itu harus kita apresiasi betul. Tidak hanya sekadar kita apresiasi, tapi kita terjemahkan dalam bentuk yang real dan konkret,” ujar Mohammad Nuh.
Menurutnya, berbagai studi akademik dan kajian empirik telah membuktikan bahwa pendidikan memiliki peran krusial dalam mengentaskan kemiskinan. Oleh karena itu, ia menilai bahwa langkah yang diambil pemerintah sudah benar dan perlu segera direalisasikan.
Sesuai dengan arahan Menteri Sosial (Mensos), program Sekolah Rakyat ini akan mulai dijalankan pada tahun ajaran 2025-2026. Rencana ini akan terlebih dahulu dilaporkan oleh Mensos kepada Presiden sebelum diimplementasikan secara luas.
“Kita ingin menggagas mulai dari SD, SMP, SMA, atau SMK. Bahkan bisa jadi nanti dikombinasikan dengan madrasah,” lanjutnya.
Sekolah Rakyat ini akan berbentuk boarding school atau sekolah berasrama dengan memanfaatkan fasilitas awal yang telah disediakan oleh Kementerian Sosial.
Namun, Mohammad Nuh menekankan bahwa infrastruktur saja belum cukup untuk menjalankan pendidikan formal. Oleh karena itu, berbagai pihak seperti Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dasmen) serta Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) akan dilibatkan secara langsung.
Lihat Juga :