Cerita Dosen Undip Berlebaran Pertama Kali di Jerman untuk Kuliah di Kampusnya BJ Habibie
Selasa, 01 April 2025 - 06:03 WIB
loading...
A
A
A
Program ini terwujud berkat kolaborasi antara RWTH Aachen, KBRI Jerman, dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdikbudristek RI. Kesepakatan tersebut didukung oleh Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani oleh Dubes RI untuk Jerman, H.E. Arief Havas Oegroseno, dan Rektor RWTH Aachen, Prof. Ulrich RĂ¼diger.
Sebagai bagian dari pengembangan program ini, Anggun ditunjuk sebagai Country Coordinator bersama Anis Apriliawati (DIKTI). Program CESP 2024 juga telah meloloskan dua dosen Undip sebagai penerima beasiswa doktoral di RWTH Aachen, yaitu Denis (Fakultas Teknik) dan Rizka Amalia (Sekolah Vokasi).
Baca juga: Lebaran Warga Indonesia di Kota Granit Aberdeen Skotlandia
Rektor Undip Prof. Dr. Suharnomo, menegaskan dukungannya terhadap program ini. Menurutnya, fellowship dan program beasiswa ini tidak hanya meningkatkan kapasitas akademik melalui studi doktoral, tetapi juga berkontribusi terhadap pengakuan profesional (employer recognition) serta mendukung pencapaian indikator kinerja utama (IKU) universitas.
Selama masa fellowship, Anggun dijadwalkan menjalankan beberapa aktivitas penting, seperti koordinasi dengan berbagai pihak terkait beasiswa serta memberikan kuliah tentang Circular Economy kepada civitas academica RWTH Aachen pada 4 April 2025.
Baca juga: Gema Takbir Kemenangan Bersama Ribuan Masyarakat Indonesia di Bangkok
Program ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama akademik antara Indonesia dan Jerman serta mendorong pembentukan Circular Economy Centre di Indonesia setelah para penerima CESP menyelesaikan studi doktoralnya.
Meskipun merayakan Idulfitri jauh dari keluarga dan tanpa hidangan khas seperti lontong opor, Anggun merasa hangat dengan "keluarga baru" di Jerman. Sementara rekan-rekannya di Indonesia masih menikmati libur Lebaran, ia akan memulai aktivitas di RWTH Aachen pada Senin, 31 Maret 2025.
Sebagai bagian dari pengembangan program ini, Anggun ditunjuk sebagai Country Coordinator bersama Anis Apriliawati (DIKTI). Program CESP 2024 juga telah meloloskan dua dosen Undip sebagai penerima beasiswa doktoral di RWTH Aachen, yaitu Denis (Fakultas Teknik) dan Rizka Amalia (Sekolah Vokasi).
Baca juga: Lebaran Warga Indonesia di Kota Granit Aberdeen Skotlandia
Dukungan Rektor Undip dan Harapan ke Depan
Rektor Undip Prof. Dr. Suharnomo, menegaskan dukungannya terhadap program ini. Menurutnya, fellowship dan program beasiswa ini tidak hanya meningkatkan kapasitas akademik melalui studi doktoral, tetapi juga berkontribusi terhadap pengakuan profesional (employer recognition) serta mendukung pencapaian indikator kinerja utama (IKU) universitas.
Selama masa fellowship, Anggun dijadwalkan menjalankan beberapa aktivitas penting, seperti koordinasi dengan berbagai pihak terkait beasiswa serta memberikan kuliah tentang Circular Economy kepada civitas academica RWTH Aachen pada 4 April 2025.
Baca juga: Gema Takbir Kemenangan Bersama Ribuan Masyarakat Indonesia di Bangkok
Program ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama akademik antara Indonesia dan Jerman serta mendorong pembentukan Circular Economy Centre di Indonesia setelah para penerima CESP menyelesaikan studi doktoralnya.
Lebaran di Negeri Orang
Meskipun merayakan Idulfitri jauh dari keluarga dan tanpa hidangan khas seperti lontong opor, Anggun merasa hangat dengan "keluarga baru" di Jerman. Sementara rekan-rekannya di Indonesia masih menikmati libur Lebaran, ia akan memulai aktivitas di RWTH Aachen pada Senin, 31 Maret 2025.
(nnz)
Lihat Juga :