Riwayat Pendidikan Jenderal Purnawirawan Try Sutrisno, Mantan Panglima ABRI hingga Wakil Presiden
Senin, 28 April 2025 - 07:30 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Siapa Jenderal TNI Purn Try Sutrisno? Panglima TNI Era Orba yang Dukung Pergantian Wapres Gibran
Namun, akibat situasi keamanan yang tidak stabil, keluarganya harus mengungsi ke daerah Mojokerto, Jawa Timur. Selama pengungsian, ia tetap melanjutkan pendidikan di sekolah setempat. Tekad kuat untuk terus belajar meski dalam kondisi serba sulit menjadi cerminan karakter Try Sutrisno di masa-masa awal hidupnya.
Setelah situasi di Surabaya berangsur membaik, Try dan keluarganya kembali ke kota kelahirannya. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di SMA Bagian B pada 1956.
Usai menyelesaikan pendidikan menengahnya, Setelah lulus dari SMA, Try Sutrisno ingin mendaftar di ATEKAD (Akademi Teknik Angkatan Darat). Dia berpartisipasi dan lulus dalam ujian masuk, sebelum gagal dalam pemeriksaan fisik. Meskipun demikian, Mayor Jenderal GPH Djatikusumo tertarik dengan Try dan memanggilnya kembali. Try Sutrisno berpartisipasi dalam pemeriksaan psikologis di Bandung, Jawa Barat, dan ia diterima di ATEKAD.
Baca juga: Mutasi Pati TNI, Putra Try Sutrisno Jabat Pangkogabwilhan I
Selama menjalani pendidikan di akademi, Try menunjukkan prestasi yang cukup gemilang. Disiplin, ketekunan, serta ketangguhannya membuatnya dikenal di antara sesama taruna.
Tidak hanya cakap dalam latihan fisik, Try juga menonjol dalam bidang akademik, yang membuatnya disegani oleh rekan-rekannya maupun oleh para instrukturnya. Pada tahun 1959, ia lulus dari ATEKAD dan dilantik menjadi perwira muda dengan pangkat Letda Czi (Letnan Dua Corps Zeni).
Tidak hanya berhenti di pendidikan militer dasar, Try Sutrisno juga mengikuti Pendidikan Sesko AD (Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat) dan Sesko ABRI, lembaga pendidikan tingkat lanjut yang mempersiapkan calon-calon pemimpin puncak militer Indonesia. Melalui pendidikan di lembaga-lembaga ini, ia memperoleh bekal lebih dalam tentang strategi pertahanan, manajemen operasi militer, serta kepemimpinan nasional.
Selanjutnya, Try juga mengikuti Lemhannas (Lembaga Ketahanan Nasional), sebuah lembaga yang bertujuan mempersiapkan kader-kader nasional dalam menghadapi tantangan geopolitik dan pembangunan bangsa. Pendidikan di Lemhannas memperkaya perspektifnya, tidak hanya dari aspek militer, tetapi juga dari sudut pandang sosial, ekonomi, dan politik nasional.
Namun, akibat situasi keamanan yang tidak stabil, keluarganya harus mengungsi ke daerah Mojokerto, Jawa Timur. Selama pengungsian, ia tetap melanjutkan pendidikan di sekolah setempat. Tekad kuat untuk terus belajar meski dalam kondisi serba sulit menjadi cerminan karakter Try Sutrisno di masa-masa awal hidupnya.
Setelah situasi di Surabaya berangsur membaik, Try dan keluarganya kembali ke kota kelahirannya. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di SMA Bagian B pada 1956.
Meniti Langkah ke Dunia Militer
Usai menyelesaikan pendidikan menengahnya, Setelah lulus dari SMA, Try Sutrisno ingin mendaftar di ATEKAD (Akademi Teknik Angkatan Darat). Dia berpartisipasi dan lulus dalam ujian masuk, sebelum gagal dalam pemeriksaan fisik. Meskipun demikian, Mayor Jenderal GPH Djatikusumo tertarik dengan Try dan memanggilnya kembali. Try Sutrisno berpartisipasi dalam pemeriksaan psikologis di Bandung, Jawa Barat, dan ia diterima di ATEKAD.
Baca juga: Mutasi Pati TNI, Putra Try Sutrisno Jabat Pangkogabwilhan I
Selama menjalani pendidikan di akademi, Try menunjukkan prestasi yang cukup gemilang. Disiplin, ketekunan, serta ketangguhannya membuatnya dikenal di antara sesama taruna.
Tidak hanya cakap dalam latihan fisik, Try juga menonjol dalam bidang akademik, yang membuatnya disegani oleh rekan-rekannya maupun oleh para instrukturnya. Pada tahun 1959, ia lulus dari ATEKAD dan dilantik menjadi perwira muda dengan pangkat Letda Czi (Letnan Dua Corps Zeni).
Pendidikan di Lembaga Tinggi dan Pemantapan Kepemimpinan
Tidak hanya berhenti di pendidikan militer dasar, Try Sutrisno juga mengikuti Pendidikan Sesko AD (Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat) dan Sesko ABRI, lembaga pendidikan tingkat lanjut yang mempersiapkan calon-calon pemimpin puncak militer Indonesia. Melalui pendidikan di lembaga-lembaga ini, ia memperoleh bekal lebih dalam tentang strategi pertahanan, manajemen operasi militer, serta kepemimpinan nasional.
Selanjutnya, Try juga mengikuti Lemhannas (Lembaga Ketahanan Nasional), sebuah lembaga yang bertujuan mempersiapkan kader-kader nasional dalam menghadapi tantangan geopolitik dan pembangunan bangsa. Pendidikan di Lemhannas memperkaya perspektifnya, tidak hanya dari aspek militer, tetapi juga dari sudut pandang sosial, ekonomi, dan politik nasional.
Lihat Juga :