Riwayat Pendidikan Sutiyoso, dari Kopassus, Gubernur, hingga Menjadi Komisaris Ancol
Selasa, 29 April 2025 - 07:31 WIB
loading...
A
A
A
Sutiyoso kemudian melanjutkan sekolah SMP di Kota Semarang. Oleh karena letak sekolahnya yang jauh dari rumahnya mengharuskan Sutiyoso harus indekos dan hidup mandiri.
Selepas dari SMP, Sutiyoso kemudian melanjutkan pendidikannya ke SMA 1 Semarang. Kali ini ia tinggal Bersama ibunya, Sumini.
Lulus SMA, Sutiyoso terinspirasi dari kedua kakaknya untuk menjadi tentara. Namun keinginannya itu mendapat penentangan dari ibundanya. Tak ingin menjadi anak durhaka, ia pun mengubur mimpinya itu.
Sutiyoso kemudian memutuskan kuliah di Universitas 17 Agustus (Untag). Namun ia tidak lama menjadi mahasiswa di Untag. Hanya satu tahun saja.
Memasuki tahun kedua ia berencana pindah ke Fakultas Kedokteran atau Fakultas Teknik Arsitektur Universitas Diponegoro (Undip). Namun Undip pun tak juga ia pilih.
Dua hari merenung, Sutiyoso pun memantapkan diri untuk menjadi tentara dan meninggalkan bangku kuliah untuk mendaftar ke Akademi Militer Nasional (AMN) atau yang kini dikenal dengan Akademi Militer di Magelang.
Setelah lulus pendidikan di Akmil pada 1968 dan Sarcab Infanteri 1969, Sutiyoso yang merupakan teman seangkatan Jenderal TNI (Purn) Wiranto dan Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar di Akmil memutuskan bergabung dengan Kopassandha yang kini bernama Komando Pasukan Khusus ( Kopassus ).
Baca juga: Pernah Ditahan Polisi, Siapa Sangka Jalan Hidup Mengubah Sosok Ini Jadi Jenderal Kopassus
Mengawali karier militernya di Korps Baret Merah, Sutiyoso langsung diterjunkan ke medan operasi menumpas pemberontakan bersenjata PGRS/Paraku di belantara Kalimantan. Kemudian Operasi Timor Timur (Timtim) sekarang bernama Timor Leste hingga operasi penumpasan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
Selepas dari SMP, Sutiyoso kemudian melanjutkan pendidikannya ke SMA 1 Semarang. Kali ini ia tinggal Bersama ibunya, Sumini.
Lulus SMA, Sutiyoso terinspirasi dari kedua kakaknya untuk menjadi tentara. Namun keinginannya itu mendapat penentangan dari ibundanya. Tak ingin menjadi anak durhaka, ia pun mengubur mimpinya itu.
Sutiyoso kemudian memutuskan kuliah di Universitas 17 Agustus (Untag). Namun ia tidak lama menjadi mahasiswa di Untag. Hanya satu tahun saja.
Memasuki tahun kedua ia berencana pindah ke Fakultas Kedokteran atau Fakultas Teknik Arsitektur Universitas Diponegoro (Undip). Namun Undip pun tak juga ia pilih.
Dua hari merenung, Sutiyoso pun memantapkan diri untuk menjadi tentara dan meninggalkan bangku kuliah untuk mendaftar ke Akademi Militer Nasional (AMN) atau yang kini dikenal dengan Akademi Militer di Magelang.
Perjalanan Karier Sutiyoso
Setelah lulus pendidikan di Akmil pada 1968 dan Sarcab Infanteri 1969, Sutiyoso yang merupakan teman seangkatan Jenderal TNI (Purn) Wiranto dan Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar di Akmil memutuskan bergabung dengan Kopassandha yang kini bernama Komando Pasukan Khusus ( Kopassus ).
Baca juga: Pernah Ditahan Polisi, Siapa Sangka Jalan Hidup Mengubah Sosok Ini Jadi Jenderal Kopassus
Mengawali karier militernya di Korps Baret Merah, Sutiyoso langsung diterjunkan ke medan operasi menumpas pemberontakan bersenjata PGRS/Paraku di belantara Kalimantan. Kemudian Operasi Timor Timur (Timtim) sekarang bernama Timor Leste hingga operasi penumpasan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
Lihat Juga :