Universitas Sanata Dharma Kukuhkan 3 Guru Besar Baru
Kamis, 01 Mei 2025 - 20:40 WIB
loading...
A
A
A
"Kesulitan itu bukanlah sesuatu hal yang harus dihindari, melainkan tantangan dalam meningkatkan kemampuan," ungkap Prof. Herry dalam pidatonya tentang Analisis Stokastik yang ia jelaskan sebagai "cara untuk membaca ketidakpastian dengan kerangka ilmiah yang kuat dan aplikatif."
Prof. Dr. C.B. Mulyatno, Pr., yang akrab disapa Romo Mul, menempuh perjalanan luar biasa dari seorang koster gereja di Solo hingga meraih gelar profesor. Tidak dapat melanjutkan pendidikan setelah SD karena keterbatasan ekonomi, ia kembali ke bangku sekolah, masuk seminari, dan akhirnya meraih gelar doktor. Kini, ia konsisten mengusung pemikiran pendidikan demokratis dan etika pelayanan.
Sementara Prof. Paulus Sarwoto, Ph.D., intelektual sastra kelahiran Muntilan tahun 1969, menempuh pendidikan S2 di Louisiana State University, Amerika Serikat, sebagai penerima beasiswa Fulbright dan melanjutkan doktoral di Monash University, Australia. Dalam pidato pengukuhannya, ia menegaskan bahwa "sastra perbandingan mengajak kita untuk tidak hanya membaca teks, tetapi juga membaca manusia dan peradabannya."
Dengan tambahan tiga guru besar ini, Universitas Sanata Dharma semakin memantapkan posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka yang berkomitmen pada pengembangan ilmu pengetahuan dan pembentukan pribadi yang utuh dalam rangka membangun masyarakat Indonesia.
Prof. Dr. C.B. Mulyatno, Pr., yang akrab disapa Romo Mul, menempuh perjalanan luar biasa dari seorang koster gereja di Solo hingga meraih gelar profesor. Tidak dapat melanjutkan pendidikan setelah SD karena keterbatasan ekonomi, ia kembali ke bangku sekolah, masuk seminari, dan akhirnya meraih gelar doktor. Kini, ia konsisten mengusung pemikiran pendidikan demokratis dan etika pelayanan.
Sementara Prof. Paulus Sarwoto, Ph.D., intelektual sastra kelahiran Muntilan tahun 1969, menempuh pendidikan S2 di Louisiana State University, Amerika Serikat, sebagai penerima beasiswa Fulbright dan melanjutkan doktoral di Monash University, Australia. Dalam pidato pengukuhannya, ia menegaskan bahwa "sastra perbandingan mengajak kita untuk tidak hanya membaca teks, tetapi juga membaca manusia dan peradabannya."
Penguatan Misi Universitas
Mgr. Robertus Rubiyatmoko dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengukuhan ini memperkuat misi USD sebagai universitas yang memadukan keunggulan intelektual dengan nilai-nilai kemanusiaan. "Ketiga guru besar yang dikukuhkan merepresentasikan keberagaman ilmu yang bersumber dari satu semangat, yaitu membangun peradaban melalui pendidikan yang bermakna," ungkapnya.Dengan tambahan tiga guru besar ini, Universitas Sanata Dharma semakin memantapkan posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka yang berkomitmen pada pengembangan ilmu pengetahuan dan pembentukan pribadi yang utuh dalam rangka membangun masyarakat Indonesia.
(rca)
Lihat Juga :