Badan Bahasa Kemendikdasmen Targetkan Revitalisasi 120 Bahasa Daerah di 2025
Senin, 26 Mei 2025 - 19:20 WIB
loading...
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen Hafidz Muksin. Foto/YouTube Kemendikdasmen.
A
A
A
JAKARTA - Indonesia memiliki lebih dari 700 bahasa daerah yang tersebar di seluruh wilayah nusantara, menjadikannya salah satu negara dengan keragaman bahasa tertinggi di dunia. Namun, sebagian besar bahasa tersebut kini berada dalam kondisi rentan atau terancam punah.
Hilangnya satu bahasa berarti hilangnya satu cara pandang, satu pengetahuan lokal, dan satu identitas budaya. Oleh karena itu, pelestarian bahasa daerah menjadi bagian penting dari upaya memperkuat jati diri bangsa Indonesia.
Baca juga: Cek Jadwal OSN 2025 untuk Jenjang SD, SMP, dan SMA
Setelah berhasil merevitalisasi 114 bahasa daerah pada tahun 2024, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menargetkan revitalisasi terhadap 120 bahasa daerah pada tahun 2025.
114 bahasa daerah dan dialek dari 38 provinsi direvitalisasi melalui pendekatan berbasis komunitas, pendidikan, dan seni pertunjukan.
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, Hafidz Muksin, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk menjaga keberlangsungan bahasa daerah sebagai identitas budaya bangsa.
Baca juga: 44 Kepala Daerah Diganjar Penghargaan Revitalisasi Bahasa 2025 oleh Kemendikdasmen
"Revitalisasi ini akan terus kita lanjutkan dengan semangat kolaborasi, agar bahasa daerah tetap lestari di tengah arus perubahan zaman," ujarnya, di sela FTBI 2025, di Gedung Merah Putih, Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia (PPSDM), Kemendikdasmen, Depok, Jawa Barat, dalam keterangan resmi, Senin (26/5/2025).
Hafidz menekankan bahwa pelestarian bahasa daerah bukan hanya tanggung jawab pemerintah pusat, tetapi juga melibatkan peran aktif pemerintah daerah, komunitas, keluarga, pendidik, siswa, dan masyarakat secara luas. Ia juga menyampaikan apresiasi atas peran pemerintah daerah dalam mendukung program ini.
Dalam acara tersebut, pemerintah memberikan penghargaan kepada 44 kepala daerah yang dinilai berkontribusi besar dalam menjaga dan mengembangkan bahasa daerah di wilayah masing-masing.
"Para kepala daerah ini memiliki peran strategis secara regulatif dalam mendukung pelestarian bahasa di daerahnya. Semoga apresiasi ini menjadi inspirasi bagi daerah lainnya," tambah Hafidz.
Dukungan dari berbagai pihak, termasuk Komisi X DPR RI, disebut Hafidz sebagai bukti nyata bahwa pelestarian bahasa daerah menjadi agenda bersama lintas sektor. Ia berharap kerja sama ini terus diperkuat demi masa depan bahasa daerah yang lebih terjamin.
Hilangnya satu bahasa berarti hilangnya satu cara pandang, satu pengetahuan lokal, dan satu identitas budaya. Oleh karena itu, pelestarian bahasa daerah menjadi bagian penting dari upaya memperkuat jati diri bangsa Indonesia.
Baca juga: Cek Jadwal OSN 2025 untuk Jenjang SD, SMP, dan SMA
Setelah berhasil merevitalisasi 114 bahasa daerah pada tahun 2024, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menargetkan revitalisasi terhadap 120 bahasa daerah pada tahun 2025.
114 bahasa daerah dan dialek dari 38 provinsi direvitalisasi melalui pendekatan berbasis komunitas, pendidikan, dan seni pertunjukan.
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, Hafidz Muksin, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk menjaga keberlangsungan bahasa daerah sebagai identitas budaya bangsa.
Baca juga: 44 Kepala Daerah Diganjar Penghargaan Revitalisasi Bahasa 2025 oleh Kemendikdasmen
"Revitalisasi ini akan terus kita lanjutkan dengan semangat kolaborasi, agar bahasa daerah tetap lestari di tengah arus perubahan zaman," ujarnya, di sela FTBI 2025, di Gedung Merah Putih, Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia (PPSDM), Kemendikdasmen, Depok, Jawa Barat, dalam keterangan resmi, Senin (26/5/2025).
Hafidz menekankan bahwa pelestarian bahasa daerah bukan hanya tanggung jawab pemerintah pusat, tetapi juga melibatkan peran aktif pemerintah daerah, komunitas, keluarga, pendidik, siswa, dan masyarakat secara luas. Ia juga menyampaikan apresiasi atas peran pemerintah daerah dalam mendukung program ini.
Dalam acara tersebut, pemerintah memberikan penghargaan kepada 44 kepala daerah yang dinilai berkontribusi besar dalam menjaga dan mengembangkan bahasa daerah di wilayah masing-masing.
"Para kepala daerah ini memiliki peran strategis secara regulatif dalam mendukung pelestarian bahasa di daerahnya. Semoga apresiasi ini menjadi inspirasi bagi daerah lainnya," tambah Hafidz.
Dukungan dari berbagai pihak, termasuk Komisi X DPR RI, disebut Hafidz sebagai bukti nyata bahwa pelestarian bahasa daerah menjadi agenda bersama lintas sektor. Ia berharap kerja sama ini terus diperkuat demi masa depan bahasa daerah yang lebih terjamin.
(nnz)
Lihat Juga :