9 IAIN Berubah Jadi UIN, Ini Daftar Lengkap 11 PTKN yang Beralih Status

Senin, 26 Mei 2025 - 20:04 WIB
loading...
9 IAIN Berubah Jadi...
Pemerintah secara resmi mengesahkan alih status 11 Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) di bawah naungan Kemenag. Foto/YouTube Humas IAIN Kudus.
A A A
JAKARTA - Pemerintah secara resmi mengesahkan alih status 11 Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) di bawah naungan Kementerian Agama ( Kemenag ). Berikut ini daftar PTKIN yang beralih status tersebut.

Dari jumlah tersebut, 9 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) naik status menjadi Universitas Islam Negeri (UIN), 1 Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) menjadi IAIN, dan 1 Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) berubah menjadi Institut Agama Hindu Negeri (IAHN).

Baca juga: Diktis Kemenag Apresiasi UIN Jakarta Masuk QS WUR

Pengesahan ini ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Presiden yang menjadi tonggak penting dalam reformasi pendidikan tinggi berbasis agama.

Daftar 11 PTKN yang Berubah Status


1. UIN Syekh Wasil Kediri

2. UIN Sunan Kudus

3. UIN Madura

4. UIN Jurai Siwo Lampung

5. UIN Palangka Raya

6. UIN Palopo

7. UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon

8. UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe

9. UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

10. IAIN Datuk Laksamana Bengkalis (dari STAIN)

11. IAHN Mpu Kuturan (dari STAHN)

Baca juga: Fakultas Kedokteran UIN Walisongo Semarang Ciptakan Dokter Muslim Ahli Stem Cell dan Regeneratif

Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa perhatian Presiden terhadap peningkatan kualitas kepemimpinan di lingkungan PTKN sangat serius. Ia menyebut, kepemimpinan perguruan tinggi kini harus berbasis data, kinerja terukur, dan membawa dampak nyata.

"Presiden ingin agar setiap pimpinan PTKN membawa perubahan konkret. Meski tantangan anggaran cukup besar, kita harus siap bersaing sehat dengan perguruan tinggi umum," ujar Nasaruddin, dikutip dari laman Pendis Kemenag, Senin (26/5/2025).

Baca juga: Direktorat PTKI Kemenag Cetak Sejarah, 27 PTKIN Terakreditasi Unggul

Seleksi rektor di lingkungan PTKN pun disebut lebih demokratis dan transparan. Proses ini dimulai dari penjaringan lokal oleh senat kampus yang juga melibatkan mahasiswa, berlanjut ke panitia seleksi independen berisi tokoh pendidikan nasional, hingga tahap finalisasi di tingkat kementerian.

"Panitia seleksi terdiri dari akademisi senior yang bebas dari kepentingan pribadi. Kemenag juga menggandeng Itjen dan BNPT untuk menilai integritas dan potensi radikalisme. Tujuan kami jelas: melahirkan rektor yang berjiwa kebangsaan," tegasnya.

Menag juga menyoroti kesenjangan anggaran antara PTKN dan perguruan tinggi umum. Ia mengungkapkan bahwa satu fakultas kedokteran di PTN umum bisa memiliki anggaran lebih besar dibandingkan seluruh anggaran PTKN se-Indonesia.

Untuk itu, Nasaruddin mengajak pemerintah daerah ikut berperan dalam mendukung kampus-kampus keagamaan agar mampu bersaing dan berkembang lebih cepat.

Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro, mewakili Istana menyampaikan arahan langsung dari Presiden RI.

Presiden, kata Juri, menekankan pentingnya kesinambungan arah pembangunan PTKN dengan visi nasional, termasuk dalam proses seleksi rektor yang kini dikomunikasikan sejak tahap lima besar calon.

"Transformasi PTKN tidak boleh berhenti di perubahan nama. Perlu peningkatan tata kelola, kurikulum, dan kompetensi lulusan," ujar Juri.

Presiden juga mendorong agar kurikulum PTKN segera direvisi agar lebih adaptif terhadap tantangan masa depan seperti digitalisasi, transisi energi, dan ketahanan pangan.

Presiden berharap dalam waktu mendatang, akan ada PTKN yang masuk dalam 100 besar universitas terbaik dunia. Target ini, menurut Juri, bukan sekadar simbolik, tetapi strategi konkret demi kemajuan pendidikan nasional.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PMB Madrasah Jakarta...
PMB Madrasah Jakarta Jalur Tahfiz 2026 Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
Insentif Guru PAI Tahap...
Insentif Guru PAI Tahap II 2026 Cair, Berikut Besaran dan Jumlah Penerimanya
Kemenag Buka Beasiswa...
Kemenag Buka Beasiswa INSIGHT Scholarship bagi Mahasiswa Internasional yang Ingin Kuliah di PTKIN
Kemenag Gandeng Mitra...
Kemenag Gandeng Mitra Strategis untuk Tingkatkan Kesiapan Kerja Mahasiswa PTKI
UM-PTKIN 2026 Digelar...
UM-PTKIN 2026 Digelar Hari Ini, Jabar Jadi Provinsi dengan Pendaftar Terbanyak
Ada Gangguan Jaringan,...
Ada Gangguan Jaringan, Panitia Perpanjang Batas Pembayaran UM-PTKIN 2026
Tahun Baru Islam 1448...
Tahun Baru Islam 1448 H Jadi Momentum Kebangkitan Umat Islam Hadapi Tantangan Global
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Workshop Pengasuh Bahas...
Workshop Pengasuh Bahas Strategi Pesantren Tetap Berkembang di Era Disrupsi
Rekomendasi
Nyaris Telanjang, Ivana...
Nyaris Telanjang, Ivana Knoll Bikin Gempar Piala Dunia 2026
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Berita Terkini
Universitas Brawijaya...
Universitas Brawijaya Tembus Peringkat 616 Dunia di QS WUR 2027
PMB Madrasah Jakarta...
PMB Madrasah Jakarta Jalur Tahfiz 2026 Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
ITS Raih Peringkat 497...
ITS Raih Peringkat 497 Dunia di QS WUR 2027, Unggul pada Rasio Mahasiswa Internasional
Pangeran George Masuk...
Pangeran George Masuk Eton College, Sekolah Elit Keluarga Kerajaan
Insentif Guru PAI Tahap...
Insentif Guru PAI Tahap II 2026 Cair, Berikut Besaran dan Jumlah Penerimanya
Kamboja Targetkan Kerja...
Kamboja Targetkan Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Indonesia, Fokus Double Degree
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved