Cerita Brian Arianto Lulus Cumlaude Kedokteran UGM: Jadi Dokter adalah Panggilan Jiwa
Minggu, 01 Juni 2025 - 06:30 WIB
loading...
A
A
A
Finalis dan peraih penghargaan dalam berbagai kompetisi debat tingkat nasional dan internasional
Namun, perjalanan prestasinya tak selalu mulus. Salah satu titik terberat dalam hidupnya adalah saat ia gagal lolos program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) meskipun telah melalui serangkaian persiapan dan tes.
“Saya sudah mengerahkan tenaga dan biaya, tapi ternyata belum rezeki. Saya belajar untuk menerima dan berdamai. Mungkin jalan terbaik saya bukan lewat situ. Setiap orang punya takdir dan rezekinya masing-masing,” kata Brian penuh makna.
“Saya berharap makin banyak orang sadar pentingnya kesehatan dan mulai menerapkan gaya hidup preventif,” terangnya.
Selama kuliah di UGM , Brian merasa terbantu dengan berbagai fasilitas dan dukungan kampus. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan emas bisa belajar di lingkungan akademik yang mendukung, kompetitif, dan mendorong pertumbuhan pribadi.
Ia juga menyampaikan pesan penting kepada sesama mahasiswa agar senantiasa menjaga kesehatan mental. “UGM itu memang kompetitif, tapi jangan sampai tenggelam dalam toxic productivity. Tentukan jalan hidupmu sendiri tanpa membandingkan diri dengan orang lain,” pungkasnya.
Gagal IISMA
Namun, perjalanan prestasinya tak selalu mulus. Salah satu titik terberat dalam hidupnya adalah saat ia gagal lolos program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) meskipun telah melalui serangkaian persiapan dan tes.
“Saya sudah mengerahkan tenaga dan biaya, tapi ternyata belum rezeki. Saya belajar untuk menerima dan berdamai. Mungkin jalan terbaik saya bukan lewat situ. Setiap orang punya takdir dan rezekinya masing-masing,” kata Brian penuh makna.
Lanjut S2 Magister Kesehatan
Setelah lulus S1, Brian akan melanjutkan pendidikannya ke jenjang Magister Kesehatan Masyarakat di FKKMK UGM. Ia memiliki misi besar untuk memperluas akses kesehatan yang berkualitas bagi seluruh masyarakat.“Saya berharap makin banyak orang sadar pentingnya kesehatan dan mulai menerapkan gaya hidup preventif,” terangnya.
Selama kuliah di UGM , Brian merasa terbantu dengan berbagai fasilitas dan dukungan kampus. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan emas bisa belajar di lingkungan akademik yang mendukung, kompetitif, dan mendorong pertumbuhan pribadi.
Ia juga menyampaikan pesan penting kepada sesama mahasiswa agar senantiasa menjaga kesehatan mental. “UGM itu memang kompetitif, tapi jangan sampai tenggelam dalam toxic productivity. Tentukan jalan hidupmu sendiri tanpa membandingkan diri dengan orang lain,” pungkasnya.
(nnz)
Lihat Juga :