Kisah Gerry Utama, Ilmuwan Termuda Indonesia yang Menembus Kutub Selatan
Senin, 02 Juni 2025 - 07:04 WIB
loading...
A
A
A
Dikutip dari laman UGM dan Instagram Beasiswa BAZNAS, alumnus program studi Geografi dan Ilmu Lingkungan Fakultas Geografi UGM ini menyampaikan bahwa keterlibatannya bukanlah kebetulan.
“Sejak awal perkuliahan saya sudah ditawari untuk ikut program tersebut, hanya saja memang saat ikut program tersebut, kami sudah harus tahu akan meneliti apa,” kata Gerry.
![Kisah Gerry Utama, Ilmuwan Termuda Indonesia yang Menembus Kutub Selatan]()
Foto/Instagram Gerry Utama
Salah satu temuan penting selama ekspedisi ini adalah fosil kayu berusia 130 juta tahun, yang membuktikan bahwa Antartika pada masa lampau pernah ditutupi hutan tropis, seperti wilayah lain di dunia.
Baca juga: Momen Haru Ayah Wakili Wisuda Anaknya yang Meninggal Dunia Sambil Membawa Foto di Unesa
Selama di Antartika, Gerry dan tim menghadapi kondisi ekstrem: suhu hingga -40 derajat Celsius, badai angin mencapai 300 km/jam, serta sistem waktu yang berubah-ubah setiap hari seiring pergerakan kapal.
“Sejak awal perkuliahan saya sudah ditawari untuk ikut program tersebut, hanya saja memang saat ikut program tersebut, kami sudah harus tahu akan meneliti apa,” kata Gerry.

Foto/Instagram Gerry Utama
Salah satu temuan penting selama ekspedisi ini adalah fosil kayu berusia 130 juta tahun, yang membuktikan bahwa Antartika pada masa lampau pernah ditutupi hutan tropis, seperti wilayah lain di dunia.
Baca juga: Momen Haru Ayah Wakili Wisuda Anaknya yang Meninggal Dunia Sambil Membawa Foto di Unesa
Perjuangan di Cuaca Ekstrem: Dari Kiblat Berganti Hingga Waktu yang Berubah
Selama di Antartika, Gerry dan tim menghadapi kondisi ekstrem: suhu hingga -40 derajat Celsius, badai angin mencapai 300 km/jam, serta sistem waktu yang berubah-ubah setiap hari seiring pergerakan kapal.
Lihat Juga :