Kisah Gerry Utama, Ilmuwan Termuda Indonesia yang Menembus Kutub Selatan
Senin, 02 Juni 2025 - 07:04 WIB
loading...
A
A
A
“Jam setiap hari bisa berubah. Kadang kita harus reset jam, dan kiblat pun bisa bergeser setiap harinya. Mandi harus dijadwal, dan kadang kami terpaksa bermalam di stasiun karena cuaca buruk,” katanya.
![Kisah Gerry Utama, Ilmuwan Termuda Indonesia yang Menembus Kutub Selatan]()
Gerry ditugaskan di Stasiun Mirny, salah satu stasiun riset tertua milik Rusia di Antartika. Dari sana, mobilisasi hanya bisa dilakukan menggunakan helikopter, dan para ilmuwan setiap hari harus kembali ke kapal karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk bermalam di daratan.
Keikutsertaan Gerry dalam ekspedisi bergengsi ini menjadi tonggak penting bagi Indonesia. Selain menunjukkan kapasitas sumber daya manusia Indonesia yang mampu bersaing di panggung global, Gerry juga menjadi suara yang mendorong pemerintah agar lebih peduli terhadap peran Indonesia dalam Traktat Antarktika.
Gerry juga menjadi satu dari hanya tujuh orang Indonesia yang pernah menjejakkan kaki di Antartika. Sebuah capaian luar biasa yang ia harap tidak berhenti padanya saja.
“Semoga kawan-kawan UGM yang lain bisa melanjutkan ke Antartika,” harap Gerry.

Gerry ditugaskan di Stasiun Mirny, salah satu stasiun riset tertua milik Rusia di Antartika. Dari sana, mobilisasi hanya bisa dilakukan menggunakan helikopter, dan para ilmuwan setiap hari harus kembali ke kapal karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk bermalam di daratan.
Membuka Pintu Riset Antartika bagi Indonesia
Keikutsertaan Gerry dalam ekspedisi bergengsi ini menjadi tonggak penting bagi Indonesia. Selain menunjukkan kapasitas sumber daya manusia Indonesia yang mampu bersaing di panggung global, Gerry juga menjadi suara yang mendorong pemerintah agar lebih peduli terhadap peran Indonesia dalam Traktat Antarktika.
Gerry juga menjadi satu dari hanya tujuh orang Indonesia yang pernah menjejakkan kaki di Antartika. Sebuah capaian luar biasa yang ia harap tidak berhenti padanya saja.
“Semoga kawan-kawan UGM yang lain bisa melanjutkan ke Antartika,” harap Gerry.
(nnz)
Lihat Juga :