Hadirkan Pakar Terkemuka, Untar Edukasi Mahasiswa tentang Finansial dan Investasi
Selasa, 03 Juni 2025 - 21:32 WIB
loading...
Investor saham kawakan Indonesia, Lo Kheng Hong, tampil sebagai pembicara dalam acara Panel Discussion dan Awarding Ceremony yang digelar di Auditorium Kampus I Universitas Tarumanagara (Untar). Foto/Untar.
A
A
A
JAKARTA - Investor saham kawakan Indonesia, Lo Kheng Hong, tampil sebagai pembicara dalam acara Panel Discussion dan Awarding Ceremony yang digelar di Auditorium Kampus I Universitas Tarumanagara (Untar), Senin (2/6/2025). Acara ini menjadi penutup dari rangkaian kegiatan Simulasi & Kompetisi Investasi Pasar Modal (SIPM) 2025 yang diselenggarakan dalam rangka HUT ke-66 Yayasan Tarumanagara.
Selain Lo Kheng Hong, diskusi panel juga menghadirkan Chris Apriliony, S.T., CSA, CTA, selaku pendiri BestStockPick, dan Prof. Dr. Sawidji Widoatmodjo, S.E., M.M., M.B.A., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Untar. Diskusi ini dipandu oleh Dr. Hadi Cahyadi, S.E., M.B.A., dosen FEB Untar sekaligus pendiri Helios Capital.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Rektor Untar Prof. Dr. Amad Sudiro, serta Sekretaris Pengurus Yayasan Tarumanagara Vedrych J. Kusnanto.
Dalam sambutannya, Rektor Untar menekankan pentingnya pembelajaran langsung dari para ahli untuk memperkaya wawasan mahasiswa di bidang keuangan dan investasi. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi bekal awal mahasiswa dalam memahami cara berinvestasi yang bijak dan aman.
Prof. Amad mengungkapkan Untar rutin lakukan evaluasi kurikulum dan mengintegrasikan pembelajaran berbasis praktik sebagai respons terhadap perubahan yang cepa
“Kami tidak hanya mengandalkan teori, tetapi juga memberikan pembekalan dari praktisi yang terlibat dalam team teaching. Sehingga mahasiswa bisa memahami hubungan nyata antara dunia akademik dan dunia industri,” ungkapnya.
Amad memilai maraknya investasi bodong yang masih menjebak masyarakat, terutama anak muda harus diantispias dengan sikap kehati-hatian.
“Banyak investasi yang menawarkan keuntungan tidak masuk akal. Di sinilah pentingnya sikap kehati-hatian. Kita harus bisa menilai apakah sebuah tawaran itu logis atau tidak,” pintanya.
Ia mengingatkan investasi yang benar pasti memiliki risiko.
"Penting bagi investor pemula mempelajari risiko tersebut secara cermat sebelum mengambil keputusan," tandasnya.
Lo Kheng Hong, dalam materinya, menegaskan bahwa investasi bukanlah jalan pintas menuju kekayaan. Ia mengingatkan para mahasiswa untuk tidak mudah tergoda oleh iming-iming keuntungan cepat. Menurutnya, keberhasilan dalam dunia saham membutuhkan proses panjang dan kesabaran.
Sementara itu, Chris Apriliony menyoroti bahaya investasi ilegal dan menekankan pentingnya edukasi sebelum terjun ke pasar modal. Ia menyebut pemahaman investasi sejak dini sebagai bekal penting bagi generasi muda.
Senada dengan hal tersebut, Prof. Sawidji menambahkan bahwa investasi seharusnya tidak hanya berorientasi pada keuntungan finansial, tetapi juga mencerminkan nilai dan tujuan hidup dari sang investor.
Diskusi berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif para peserta yang antusias mengajukan pertanyaan. Acara diakhiri dengan sesi pemberian penghargaan kepada para pemenang kompetisi simulasi pasar modal.
Selain Lo Kheng Hong, diskusi panel juga menghadirkan Chris Apriliony, S.T., CSA, CTA, selaku pendiri BestStockPick, dan Prof. Dr. Sawidji Widoatmodjo, S.E., M.M., M.B.A., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Untar. Diskusi ini dipandu oleh Dr. Hadi Cahyadi, S.E., M.B.A., dosen FEB Untar sekaligus pendiri Helios Capital.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Rektor Untar Prof. Dr. Amad Sudiro, serta Sekretaris Pengurus Yayasan Tarumanagara Vedrych J. Kusnanto.
Dalam sambutannya, Rektor Untar menekankan pentingnya pembelajaran langsung dari para ahli untuk memperkaya wawasan mahasiswa di bidang keuangan dan investasi. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi bekal awal mahasiswa dalam memahami cara berinvestasi yang bijak dan aman.
Prof. Amad mengungkapkan Untar rutin lakukan evaluasi kurikulum dan mengintegrasikan pembelajaran berbasis praktik sebagai respons terhadap perubahan yang cepa
“Kami tidak hanya mengandalkan teori, tetapi juga memberikan pembekalan dari praktisi yang terlibat dalam team teaching. Sehingga mahasiswa bisa memahami hubungan nyata antara dunia akademik dan dunia industri,” ungkapnya.
Amad memilai maraknya investasi bodong yang masih menjebak masyarakat, terutama anak muda harus diantispias dengan sikap kehati-hatian.
“Banyak investasi yang menawarkan keuntungan tidak masuk akal. Di sinilah pentingnya sikap kehati-hatian. Kita harus bisa menilai apakah sebuah tawaran itu logis atau tidak,” pintanya.
Ia mengingatkan investasi yang benar pasti memiliki risiko.
"Penting bagi investor pemula mempelajari risiko tersebut secara cermat sebelum mengambil keputusan," tandasnya.
Lo Kheng Hong, dalam materinya, menegaskan bahwa investasi bukanlah jalan pintas menuju kekayaan. Ia mengingatkan para mahasiswa untuk tidak mudah tergoda oleh iming-iming keuntungan cepat. Menurutnya, keberhasilan dalam dunia saham membutuhkan proses panjang dan kesabaran.
Sementara itu, Chris Apriliony menyoroti bahaya investasi ilegal dan menekankan pentingnya edukasi sebelum terjun ke pasar modal. Ia menyebut pemahaman investasi sejak dini sebagai bekal penting bagi generasi muda.
Senada dengan hal tersebut, Prof. Sawidji menambahkan bahwa investasi seharusnya tidak hanya berorientasi pada keuntungan finansial, tetapi juga mencerminkan nilai dan tujuan hidup dari sang investor.
Diskusi berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif para peserta yang antusias mengajukan pertanyaan. Acara diakhiri dengan sesi pemberian penghargaan kepada para pemenang kompetisi simulasi pasar modal.
(nnz)
Lihat Juga :