UIII Memperkuat Kolaborasi Riset untuk Menangkal Radikalisme di Kampus
Kamis, 05 Juni 2025 - 14:19 WIB
loading...
A
A
A
"Diskusi ini mempertemukan mahasiswa, dosen, dan peneliti untuk secara terbuka membahas masalah radikalisme dan intoleransi dalam lingkungan pendidikan tinggi," katanya, melalui siaran pers, Kamis (5/6/2025).
Ridwan menjelaskan, melalui forum ini, para peserta secara kritis merefleksikan tantangan yang ada dan bersama-sama mencari strategi yang dapat diterapkan untuk menciptakan budaya kampus yang lebih inklusif dan toleran.
Sesi dibuka dengan serangkaian presentasi ilmiah yang menyajikan perspektif kelembagaan dan empiris terkait topik tersebut. Para pemateri antara lain Prof. Elly Malihah (UPI), Prof. Prof. Dr. Ahmad Munjin Nasih (Universitas Negeri Malang), Prof. Dr. Siti Nurbayani K (UPI), Dr. Ahkmad Mughzi Abdillah (FIS UIII) dan Moh. Zaenal Abidin Eko Putro (Politeknik Negeri Jakarta).
Dipandu oleh tim riset UIII, FGD ini membuka kesempatan untuk dialog yang mendalam antara dosen, staf, dan mahasiswa. Para peserta berbagi pengalaman pribadi dan pandangan mereka mengenai radikalisme serta intoleransi keagamaan yang ada di kehidupan kampus.
"Diskusi ini mengidentifikasi tantangan utama serta peluang untuk menciptakan kembali ruang-ruang pendidikan yang lebih mendukung keberagaman, inklusi, dan saling menghargai," tambahnya.
Ridwan menjelaskan, melalui forum ini, para peserta secara kritis merefleksikan tantangan yang ada dan bersama-sama mencari strategi yang dapat diterapkan untuk menciptakan budaya kampus yang lebih inklusif dan toleran.
Sesi dibuka dengan serangkaian presentasi ilmiah yang menyajikan perspektif kelembagaan dan empiris terkait topik tersebut. Para pemateri antara lain Prof. Elly Malihah (UPI), Prof. Prof. Dr. Ahmad Munjin Nasih (Universitas Negeri Malang), Prof. Dr. Siti Nurbayani K (UPI), Dr. Ahkmad Mughzi Abdillah (FIS UIII) dan Moh. Zaenal Abidin Eko Putro (Politeknik Negeri Jakarta).
Dipandu oleh tim riset UIII, FGD ini membuka kesempatan untuk dialog yang mendalam antara dosen, staf, dan mahasiswa. Para peserta berbagi pengalaman pribadi dan pandangan mereka mengenai radikalisme serta intoleransi keagamaan yang ada di kehidupan kampus.
"Diskusi ini mengidentifikasi tantangan utama serta peluang untuk menciptakan kembali ruang-ruang pendidikan yang lebih mendukung keberagaman, inklusi, dan saling menghargai," tambahnya.
Lihat Juga :