UIII Memperkuat Kolaborasi Riset untuk Menangkal Radikalisme di Kampus

Kamis, 05 Juni 2025 - 14:19 WIB
loading...
UIII Memperkuat Kolaborasi...
Dalam kontribusi pertamanya untuk program Riset Kolaboratif Indonesia (RKI), UIII, UPI, dan UM untuk mengangkat tema Rekonstruksi Pengetahuan Radikalisme dan Intoleransi melalui Pendekatan Sosial-Keagamaan di Pendidikan Tinggi. Foto/UIII.
A A A
JAKARTA - Dalam kontribusi pertamanya untuk program Riset Kolaboratif Indonesia (RKI), Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) bekerja sama dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Universitas Negeri Malang (UM) untuk mengangkat tema "Rekonstruksi Pengetahuan Radikalisme dan Intoleransi melalui Pendekatan Sosial-Keagamaan di Pendidikan Tinggi."

Sebagai bagian dari kegiatannya, UIII telah melakukan kunjungan ke Fakultas Pendidikan Ilmu Sosial UPI di Bandung pada 27 Mei 2025. Kunjungan ini dipimpin oleh Dr. Ridwan dari Fakultas Ilmu Sosial (FOSS), bersama tiga mahasiswa magister—Wildan Rofii, Muhammad Aqshadigrama, dan Muhammed Kawsara Muhammad.

Baca juga: Oksigen di Bumi Menurun Ekstrem, Ilmuwan: Isi Dunia Bakal seperti Ini

Menurut Dosen Tetap Fakultas Ilmu Sosial UIII Ridwan, tim ini bertujuan untuk mempelajari bagaimana UPI menerapkan model kampus untuk menangkal ideologi radikal dan intoleransi, serta untuk mendapatkan wawasan yang berguna dalam penelitian komparatif.

Melanjutkan temuan awal tersebut, UIII menyelenggarakan diskusi kelompok terfokus (Focus Group Discussion/FGD) pada 28 Mei, yang diikuti oleh peserta dari ketiga universitas tersebut.

"Diskusi ini mempertemukan mahasiswa, dosen, dan peneliti untuk secara terbuka membahas masalah radikalisme dan intoleransi dalam lingkungan pendidikan tinggi," katanya, melalui siaran pers, Kamis (5/6/2025).

Ridwan menjelaskan, melalui forum ini, para peserta secara kritis merefleksikan tantangan yang ada dan bersama-sama mencari strategi yang dapat diterapkan untuk menciptakan budaya kampus yang lebih inklusif dan toleran.

Sesi dibuka dengan serangkaian presentasi ilmiah yang menyajikan perspektif kelembagaan dan empiris terkait topik tersebut. Para pemateri antara lain Prof. Elly Malihah (UPI), Prof. Prof. Dr. Ahmad Munjin Nasih (Universitas Negeri Malang), Prof. Dr. Siti Nurbayani K (UPI), Dr. Ahkmad Mughzi Abdillah (FIS UIII) dan Moh. Zaenal Abidin Eko Putro (Politeknik Negeri Jakarta).

Dipandu oleh tim riset UIII, FGD ini membuka kesempatan untuk dialog yang mendalam antara dosen, staf, dan mahasiswa. Para peserta berbagi pengalaman pribadi dan pandangan mereka mengenai radikalisme serta intoleransi keagamaan yang ada di kehidupan kampus.

"Diskusi ini mengidentifikasi tantangan utama serta peluang untuk menciptakan kembali ruang-ruang pendidikan yang lebih mendukung keberagaman, inklusi, dan saling menghargai," tambahnya.

Dengan standar internasional dan keragaman komunitas mahasiswanya, UIII memiliki posisi strategis untuk memberikan pandangan global mengenai isu toleransi beragama.

"Fokus UIII pada moderasi beragama dan pembelajaran multikultural memungkinkannya berkontribusi baik di tingkat lokal maupun global," lanjutnya.

Melalui program-program seperti RKI yang mendukung penelitian lintas disiplin dan budaya, UIII bertujuan untuk meningkatkan kualitas akademik sekaligus memberikan solusi praktis untuk membangun masyarakat yang lebih inklusif dan damai.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia-Prancis Sepakat...
Indonesia-Prancis Sepakat Perkuat Riset, Inovasi, dan Mobilitas Mahasiswa 2026
Disertasi Doktor Komunikasi...
Disertasi Doktor Komunikasi Ungkap Bahaya Ketergantungan pada AI Smartwatch
UAI dan University of...
UAI dan University of Edinburgh Dorong Inklusivitas di Dunia Riset dan Pendidikan Tinggi
FK Unair Kolaborasi...
FK Unair Kolaborasi dengan Adelaide University, Soroti Sistem Kesehatan Kebidanan Indonesia
Prodi Teknik Berubah...
Prodi Teknik Berubah Nama Jadi Rekayasa, DPR Berharap Riset dan Inovasi Bisa Makin Maju
Kemendiktisaintek Luncurkan...
Kemendiktisaintek Luncurkan Program Bestari Saintek 2026, Danai 122 Tim Riset
Motif Skandal Riset...
Motif Skandal Riset Palsu Internasional, Pelaku Incar Travel Grant ke Luar Negeri
Skandal Riset Palsu...
Skandal Riset Palsu Internasional, Mendiktisaintek Ungkap 4 Terduga Pelaku Lulusan UNY
Mendiktisaintek Brian...
Mendiktisaintek Brian Yuliarto Bakal Bawa Skandal Riset Palsu ke Jalur Hukum
Rekomendasi
Sepekan Digelar, Jakarta...
Sepekan Digelar, Jakarta Fair 2026 Raih 1,5 Juta Pengunjung
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Berita Terkini
Ashanty Raih Gelar Doktor,...
Ashanty Raih Gelar Doktor, Wisuda Bersama Anang dan Azriel Hermansyah di Unair
MNC University Perkuat...
MNC University Perkuat Kolaborasi dengan Sekolah Mitra melalui Pra-Rapat Kerja Tahun Ajaran 2026/2027
Transformasi Pendidikan...
Transformasi Pendidikan 3T: Dari Ruang Kelas Baru hingga Pembelajaran Digital
UNJ Gelar Pesta Rakyat...
UNJ Gelar Pesta Rakyat 2026, Perkuat Semangat Kampus Berdampak dan Bereputasi Global
Momen Tahun Baru Islam...
Momen Tahun Baru Islam 1448 H, Dompet Dhuafa Perkuat Program Anak Yatim melalui BesTeam
Mengapa Kunang-Kunang...
Mengapa Kunang-Kunang Semakin Sulit Ditemukan? Pakar IPB Ungkap Penyebabnya
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved