Kisah 3 Lulusan Kedokteran UGM dengan IPK 4.00: Tangis Mengerjakan Skripsi Sudah Biasa
Jum'at, 06 Juni 2025 - 15:00 WIB
loading...
A
A
A
Zabrina juga dikenal sebagai asisten dosen anatomi dan kerap mengikuti lomba-lomba kedokteran. Ketertarikannya terhadap topik pengobatan herbal muncul setelah mengikuti beberapa short course, antara lain tentang herbal medicine, kedokteran olahraga, doctorpreneurship, penanganan kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak, serta topik seribu hari pertama kehidupan.
Baca juga: Momen Manis Wulan Guritno dan Mantan Suami Rayakan Kelulusan Putri Tercinta
Ia pun memilih skripsi bertema pengembangan obat herbal untuk mengatasi hipertensi, salah satu penyakit degeneratif dengan prevalensi tinggi.
“Topik skripsi saya adalah pengembangan obat herbal untuk membantu mengatasi hipertensi. Salah satu penyakit degeneratif dengan prevalensi cukup tinggi dan komplikasi yang berat,” tutur Zabrina.
Penelitiannya fokus pada kandungan Allium sativum, Curcuma aeruginosa, dan Amomum compactum dalam poliherbal antihipertensi yang diuji pada tikus model hipertensi.
“Penelitian ini mendukung kandungan tersebut untuk dikembangkan menjadi Obat Herbal Terstandar (OHT),” katanya.
“Jam kuliah prodi dokter yang cukup padat. Tidak hanya kegiatan di kampus saja, tetapi masih perlu banyak persiapan seperti untuk kegiatan praktikum dan skills lab yang juga memakan waktu,” kata Ilmi.
Baca juga: Momen Manis Wulan Guritno dan Mantan Suami Rayakan Kelulusan Putri Tercinta
Ia pun memilih skripsi bertema pengembangan obat herbal untuk mengatasi hipertensi, salah satu penyakit degeneratif dengan prevalensi tinggi.
“Topik skripsi saya adalah pengembangan obat herbal untuk membantu mengatasi hipertensi. Salah satu penyakit degeneratif dengan prevalensi cukup tinggi dan komplikasi yang berat,” tutur Zabrina.
Penelitiannya fokus pada kandungan Allium sativum, Curcuma aeruginosa, dan Amomum compactum dalam poliherbal antihipertensi yang diuji pada tikus model hipertensi.
“Penelitian ini mendukung kandungan tersebut untuk dikembangkan menjadi Obat Herbal Terstandar (OHT),” katanya.
Inzam Ilmi Kazamzam: Produktif Meski Jadwal Padat
Inzam Ilmi Kazamzam awalnya tidak menyangka akan meraih IPK sempurna. Di tengah padatnya jadwal kuliah Program Studi Pendidikan Dokter, ia tetap aktif mengikuti Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), organisasi CIMSA, serta Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FK-KMK UGM.“Jam kuliah prodi dokter yang cukup padat. Tidak hanya kegiatan di kampus saja, tetapi masih perlu banyak persiapan seperti untuk kegiatan praktikum dan skills lab yang juga memakan waktu,” kata Ilmi.
Lihat Juga :