Kisah Khairunnisa, Sarjana Penjual Es Teh yang Lolos Jadi CPNS Kemenag
Kamis, 19 Juni 2025 - 06:00 WIB
loading...
A
A
A
Tanpa ikut bimbingan belajar, ia belajar mandiri dari buku dan YouTube. Usahanya membuahkan hasil. Pada Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), ia meraih peringkat dua dan melanjutkan ke Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Hingga akhirnya, ia dinyatakan lolos sebagai CPNS untuk formasi Pranata Humas Ahli Pertama di Kemenag RI.
“Saya buka pengumuman di tempat kerja, langsung cari nama pakai nomor peserta. Begitu lihat hasilnya, saya nangis. Saya langsung video call orang tua. Ekspresinya sama, kami semua terharu banget karena ini adalah tes CPNS pertama saya. Alhamdulillah,” tuturnya.
Meski tidak punya alasan spesifik memilih Kemenag, ia meyakini bahwa semua ini bagian dari rencana Tuhan. Ia memegang teguh keyakinan pada ayat-ayat Al-Qur’an yang menjadi penyemangat perjuangannya, seperti QS Ghafir ayat 60 dan QS Al-Ankabut ayat 69.
Kini, ia berharap keberhasilannya menjadi awal perubahan nasib bagi keluarganya. Ia ingin membalas semua pengorbanan orang tua dan membuka jalan lebih baik untuk adik-adiknya.
“Kelulusan ini bukan hanya milik saya. Ini untuk orang tua saya, untuk keluarga saya, dan untuk semua yang pernah diremehkan karena hidupnya serba kekurangan,” katanya sambil tersenyum.
Bagi Nisa, kelulusan CPNS ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjuangan yang lebih besar. Ia percaya, setiap usaha dan doa yang tulus akan menemukan jalannya, sesuai waktu yang telah ditentukan oleh-Nya.
“Saya buka pengumuman di tempat kerja, langsung cari nama pakai nomor peserta. Begitu lihat hasilnya, saya nangis. Saya langsung video call orang tua. Ekspresinya sama, kami semua terharu banget karena ini adalah tes CPNS pertama saya. Alhamdulillah,” tuturnya.
Meski tidak punya alasan spesifik memilih Kemenag, ia meyakini bahwa semua ini bagian dari rencana Tuhan. Ia memegang teguh keyakinan pada ayat-ayat Al-Qur’an yang menjadi penyemangat perjuangannya, seperti QS Ghafir ayat 60 dan QS Al-Ankabut ayat 69.
Kini, ia berharap keberhasilannya menjadi awal perubahan nasib bagi keluarganya. Ia ingin membalas semua pengorbanan orang tua dan membuka jalan lebih baik untuk adik-adiknya.
“Kelulusan ini bukan hanya milik saya. Ini untuk orang tua saya, untuk keluarga saya, dan untuk semua yang pernah diremehkan karena hidupnya serba kekurangan,” katanya sambil tersenyum.
Bagi Nisa, kelulusan CPNS ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjuangan yang lebih besar. Ia percaya, setiap usaha dan doa yang tulus akan menemukan jalannya, sesuai waktu yang telah ditentukan oleh-Nya.
(nnz)
Lihat Juga :