Inspiratif, Kisah SMPN 7 Muara Kaman Menembus Batas, Kini Jadi Google Reference School
Kamis, 19 Juni 2025 - 21:31 WIB
loading...
A
A
A
Suwito mengungkapkan, sebelum mengenal Google Workspace dan melakukan pembelajaran menggunakan Chromebook, ada tantangan yang dihadapi para guru SMPN 7 Muara Kaman. Tantangan itu di antaranya mendorong siswa untuk rajin ke sekolah. Para siswa di daerah itu belum menjadikan sekolah sebagai prioritas utama karena kewajiban membantu orangtuanya bekerja.
Setelah mengenal pola pembelajaran digital, siswa memiliki motivasi baru. Para guru pun lebih mudah memberikan pengertian kepada orangtua, bahwa di sekolah anak-anak akan mendapatkan wawasan luas karena akan didukung dengan perangkat pembelajaran digital.
“Setelah kami beri penjelasan dan siswa memanfaatkan dengan baik, dan luar biasanya, siswa juga menginformasikan materi di sekolah ke orangtua, menjelaskan, sehingga ada perubahan mindset orangtua. Apalagi anak-anak juga menunjukkan kemajuan dalam belajar, dan sekarang orangtua memberikan dukungan anak untuk sekolah” kata Suwito.
Dalam berbagai kesempatan, para siswa juga mempresentasikan hasil belajarnya di depan orangtua. Penggunaan perangkat digital juga mendorong para siswa untuk memperluas wawasannya. Menurut Suwito, para siswa di sekolahnya “haus informasi”. Saat guru menyampaikan materi, tak jarang mereka juga mencari tahu sendiri informasi yang relevan dengan topik pembelajaran melalui mesin pencari.
Dengan predikat Google Reference School, para guru SMPN 7 Muara Kaman percaya, akan lebih banyak siswa yang terdorong untuk mengenyam pendidikan di sekolah mereka.
Suwito mengungkapkan, ketika menjadi Kandidat Google Reference School, jumlah siswa yang mendaftar melonjak dua kali lipat. Sebelumnya, ada 60 siswa di SMPN 7 Muara Kaman, kini siswa didik berjumlah 134 orang.
“Ke depannya, harapannya, sekolah kami mampu menginspirasi, bisa berbagi dengan sekolah lain untuk meniru dalam penerapan teknologi. Yang tadinya kami bukan siapa-siapa, jadi ada perhatian khusus bahwa yang jauh di mata pun mampu bersaing tidak hanya lokal tapi juga nasional. Ini membuktikan, di tengah keterbatasan tidak harus menyerah,” ujarnya.
Suwito juga berharap, setelah ini, para siswa SMPN 7 Muara Kaman yang sudah berani bersama-sama untuk berubah dan tekun belajar, bisa terdorong untuk mencatatkan prestasi.
“Setelah sebelumnya fokus kami bagaimana supaya siswa rajin ke sekolah, langkah selanjutnya adalah membantu bagaimana agar mereka berprestasi,” kata Suwito.
Setelah mengenal pola pembelajaran digital, siswa memiliki motivasi baru. Para guru pun lebih mudah memberikan pengertian kepada orangtua, bahwa di sekolah anak-anak akan mendapatkan wawasan luas karena akan didukung dengan perangkat pembelajaran digital.
“Setelah kami beri penjelasan dan siswa memanfaatkan dengan baik, dan luar biasanya, siswa juga menginformasikan materi di sekolah ke orangtua, menjelaskan, sehingga ada perubahan mindset orangtua. Apalagi anak-anak juga menunjukkan kemajuan dalam belajar, dan sekarang orangtua memberikan dukungan anak untuk sekolah” kata Suwito.
Dalam berbagai kesempatan, para siswa juga mempresentasikan hasil belajarnya di depan orangtua. Penggunaan perangkat digital juga mendorong para siswa untuk memperluas wawasannya. Menurut Suwito, para siswa di sekolahnya “haus informasi”. Saat guru menyampaikan materi, tak jarang mereka juga mencari tahu sendiri informasi yang relevan dengan topik pembelajaran melalui mesin pencari.
Dengan predikat Google Reference School, para guru SMPN 7 Muara Kaman percaya, akan lebih banyak siswa yang terdorong untuk mengenyam pendidikan di sekolah mereka.
Suwito mengungkapkan, ketika menjadi Kandidat Google Reference School, jumlah siswa yang mendaftar melonjak dua kali lipat. Sebelumnya, ada 60 siswa di SMPN 7 Muara Kaman, kini siswa didik berjumlah 134 orang.
“Ke depannya, harapannya, sekolah kami mampu menginspirasi, bisa berbagi dengan sekolah lain untuk meniru dalam penerapan teknologi. Yang tadinya kami bukan siapa-siapa, jadi ada perhatian khusus bahwa yang jauh di mata pun mampu bersaing tidak hanya lokal tapi juga nasional. Ini membuktikan, di tengah keterbatasan tidak harus menyerah,” ujarnya.
Suwito juga berharap, setelah ini, para siswa SMPN 7 Muara Kaman yang sudah berani bersama-sama untuk berubah dan tekun belajar, bisa terdorong untuk mencatatkan prestasi.
“Setelah sebelumnya fokus kami bagaimana supaya siswa rajin ke sekolah, langkah selanjutnya adalah membantu bagaimana agar mereka berprestasi,” kata Suwito.
(cip)
Lihat Juga :