Universitas Pancasila: dari Menara Gading Menjadi Kampus Solusi Nyata untuk Indonesia

Selasa, 08 Juli 2025 - 11:32 WIB
loading...
Universitas Pancasila:...
Foto: Doc. Istimewa
A A A
Universitas Pancasila (UP) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi nasional melalui kegiatan Sosialisasi Program Kampus Berdampak yang diselenggarakan di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Senin (7/7). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh para pimpinan di tingkat Rektorat, fakultas, pengelola program studi, serta para narasumber.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Pancasila, Prof. Dr. Adnan Hamid, SH., MH., MM, menegaskan bahwa “Kampus Berdampak” bukan sekadar jargon, melainkan sebuah spirit transformasi dalam Tridarma Perguruan Tinggi.

“Kampus hari ini tidak bisa lagi menjadi menara gading. Ia harus hadir di tengah masyarakat, mendengar, belajar, dan bertindak. Kita semua, dosen, mahasiswa, industri, pemerintah, dan masyarakat harus bersinergi untuk menghadirkan dampak yang nyata dalam menyelesaikan masalah-masalah di kehidupan sosial,” ujar Prof. Adnan.

Program ini mendorong perguruan tinggi untuk lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat, berorientasi pada pemecahan masalah, dan memberdayakan mahasiswa agar tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi pencipta solusi.

Kegiatan sosialisasi ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, antara lain Dr. Nur Masyitah Syam, S.Kom., MM. Sub Koordinator Kurikulum dan Capaian Pembelajaran Ditjen Dikti, serta Dr. Wachyu Hari Haji, S.Kom., MM, Kepala Program Magang Berdampak Ditjen Dikti.

Dalam paparannya, Dr. Nur Masyitah Syam menekankan bahwa arah kebijakan pendidikan tinggi ke depan bertumpu pada transformasi kampus sebagai pusat solusi nyata bagi masyarakat. Pendidikan tinggi dituntut untuk menghubungkan riset dan kepakaran dengan kebutuhan dunia usaha, industri, serta komunitas.

“Paradigma baru pendidikan tinggi bukan hanya tentang mengajar dan meneliti, tapi tentang menciptakan dampak nyata dan terukur,” ujarnya. Ia juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi quadruple-helix perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan masyarakat untuk menghadirkan inovasi yang inklusif dan berkelanjutan.

Sementara itu, Dr. Wachyu Hari Haji memaparkan bahwa Program Magang Berdampak 2025 dirancang untuk menjadikan mahasiswa sebagai agen perubahan yang aktif berkontribusi dalam menyelesaikan tantangan nyata di masyarakat. Program ini mengedepankan pembelajaran berbasis pengalaman melalui proyek nyata dari mitra industri dan lembaga, yang hasilnya tidak hanya diakui dalam bentuk konversi SKS, tetapi juga menghasilkan portofolio profesional dan dampak terukur.

Ia menambahkan bahwa tantangan dalam program magang tahun ini lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, karena mahasiswa harus menunjukkan kecocokan antara hard skill dan soft skill mereka dengan posisi yang ditawarkan oleh mitra magang. “Jika mahasiswa terbukti sesuai dan mampu menjawab tantangan, banyak mitra yang membuka kesempatan kerja langsung tanpa harus melalui proses rekrutmen panjang. Ini adalah bentuk penghargaan terhadap kualitas dan kesiapan mereka,” ujarnya. Mahasiswa yang unggul berpeluang meraih “golden ticket” berupa rekomendasi untuk direkrut langsung setelah lulus, karena dianggap memiliki kompetensi dan karakter yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

“Kami di Universitas Pancasila berkomitmen penuh untuk menjadi bagian dari transformasi ini. Keberhasilan program ini sangat ditentukan oleh sejauh mana kita dapat menyelaraskan visi, membangun kolaborasi, dan terus berinovasi,” tambah Rektor UP.

Melalui kegiatan ini, Universitas Pancasila berharap dapat memperkuat sinergi antara sivitas akademika dan pihak eksternal, serta menciptakan ekosistem kampus yang inklusif, inovatif, dan berdampak nyata.
(unt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kamboja Targetkan Kerja...
Kamboja Targetkan Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Indonesia, Fokus Double Degree
MNC University Siapkan...
MNC University Siapkan Program Double Degree dan Pertukaran Mahasiswa dengan Kampus ASEAN
Perkuat Kolaborasi Kampus,...
Perkuat Kolaborasi Kampus, MNC University Inisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi ASEAN
Hasil ONMIPA-PT 2026:...
Hasil ONMIPA-PT 2026: ITB Raih Juara Umum, Ini Daftar Lengkap Peraih Medali
President University...
President University Tembus 165 Besar Dunia di WURI 2026
Unika Atma Jaya Luncurkan...
Unika Atma Jaya Luncurkan Ijazah Digital Berbasis Blockchain
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Beri Layanan Kesehatan...
Beri Layanan Kesehatan Korban Banjir Aceh, USK Inisiasi Program Pengabdian Masyarakat
Menjaga Kampus Tetap...
Menjaga Kampus Tetap Relevan Tanpa Menjadi 'Pabrik'
Rekomendasi
Menpora Erick Kecam...
Menpora Erick Kecam Pelecehan Seksual terhadap Atlet Menembak, Tegaskan Dukungan bagi Korban
Pacu Sektor Pariwisata,...
Pacu Sektor Pariwisata, TikTok GO Integrasikan Konten Kreator dengan Sistem Pemesanan Tiket
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Berita Terkini
SMP Islam Amalina Raih...
SMP Islam Amalina Raih Penghargaan Most Innovative Eco Project di ESD Symposium 2026 Malaysia
CIMB Niaga Gelar Sustainability...
CIMB Niaga Gelar Sustainability Masterclass, 20 Jurnalis Berkontribusi Aksi Keberlanjutan
UKM Malaysia Tembus...
UKM Malaysia Tembus Peringkat 7 Dunia THE Sustainability Impact Ratings 2026
Rekrutmen Penggerak...
Rekrutmen Penggerak HAM 2026 Resmi Diperpanjang, Daftar di Link Ini
Sekolah Garda Terdepan...
Sekolah Garda Terdepan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Belajar
Tak Kenal Menyerah,...
Tak Kenal Menyerah, Maryanti Jadi Lulusan Terbaik UNY 2026 Meski Kuliah Sambil Berwirausaha
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved