Kisah Dhika, Bocah Penari Pacu Jalur yang Viral karena Aura Farming dan Mendunia
Kamis, 10 Juli 2025 - 12:02 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Rekomendasi 4 Destinasi Wisata di Riau, Provinsi yang Populerkan Pacu Jalur
Rayyan Arkan Dikha, atau akrab disapa Dikha, lahir pada 28 Desember 2014. Meski usianya masih belia dan kini duduk di bangku kelas 5 SD 013 Pintu Gobang, kecintaannya pada tradisi Pacu Jalur begitu besar. Ia mulai menari di atas jalur (perahu Pacu Jalur) sejak usia tujuh tahun.
“Perasaan (saya) gembira mengetahui viral mendunia,” ucap Dikha dengan polos saat ditanya wartawan, melansir siaran pers, Kamis (10/7/2025).
![Kisah Dhika, Bocah Penari Pacu Jalur yang Viral karena Aura Farming dan Mendunia]()
Foto/Media Center Riau.
Yang membuat penampilannya kian spesial adalah fakta bahwa bakat menari itu ia pelajari secara otodidak. Ia tak pernah ikut sanggar tari atau pelatihan formal. Setiap gerakan ia pelajari dari kebiasaan melihat dan mengikuti ayahnya, Jufriono (40), seorang atlet Pacu Jalur yang juga berasal dari jalur Tuah Koghi Dubalang Ghajo.
Dikha dikenal rajin berlatih. Setiap minggu, ia mengikuti latihan tiga kali bersama anak-anak pacuan lainnya. Meskipun hanya anak-anak, mereka berlatih serius untuk tampil maksimal di arena sungai yang menjadi kebanggaan masyarakat Riau.
“Ikut menari di jalur sudah 3 tahun terakhir ini. Kalau latihan sepekan 3 kali. Itu latihan waktu pacu,” jelas Rani, ibu dari Dikha, melansir laman Media Center Riau.
Profil Rayyan Arkan Dikha, Bocah Penari Pacu Jalur yang Mendunia
Rayyan Arkan Dikha, atau akrab disapa Dikha, lahir pada 28 Desember 2014. Meski usianya masih belia dan kini duduk di bangku kelas 5 SD 013 Pintu Gobang, kecintaannya pada tradisi Pacu Jalur begitu besar. Ia mulai menari di atas jalur (perahu Pacu Jalur) sejak usia tujuh tahun.
“Perasaan (saya) gembira mengetahui viral mendunia,” ucap Dikha dengan polos saat ditanya wartawan, melansir siaran pers, Kamis (10/7/2025).

Foto/Media Center Riau.
Yang membuat penampilannya kian spesial adalah fakta bahwa bakat menari itu ia pelajari secara otodidak. Ia tak pernah ikut sanggar tari atau pelatihan formal. Setiap gerakan ia pelajari dari kebiasaan melihat dan mengikuti ayahnya, Jufriono (40), seorang atlet Pacu Jalur yang juga berasal dari jalur Tuah Koghi Dubalang Ghajo.
Latihan Serius, Prestasi Spontan
Dikha dikenal rajin berlatih. Setiap minggu, ia mengikuti latihan tiga kali bersama anak-anak pacuan lainnya. Meskipun hanya anak-anak, mereka berlatih serius untuk tampil maksimal di arena sungai yang menjadi kebanggaan masyarakat Riau.
“Ikut menari di jalur sudah 3 tahun terakhir ini. Kalau latihan sepekan 3 kali. Itu latihan waktu pacu,” jelas Rani, ibu dari Dikha, melansir laman Media Center Riau.
Lihat Juga :